Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, membukukan kenaikan pendapatan sebesar 85,5% secara tahunan pada kuartal II-2026.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penjualan di pasar domestik Vietnam serta kontribusi dari sejumlah pasar luar negeri, termasuk India, Indonesia, dan Filipina.
Mengutip Reuters, Senin (19/10/2026), pendapatan VinFast pada kuartal II-2026 mencapai 30,3 triliun dong Vietnam atau sekitar US$ 1,17 miliar.
Baca Juga: Freeport Andalkan Teknologi Kimia untuk Dongkrak Produksi Tembaga
Di tengah peningkatan pendapatan, VinFast juga berhasil mempersempit rugi bersih menjadi sekitar US$ 54,65 juta. Angka tersebut turun sekitar 93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, penyusutan rugi bersih tersebut terutama ditopang keuntungan dari operasi yang dihentikan, yang mencapai sekitar US$ 1,15 miliar dan sebagian besar berasal dari pengalihan aset manufaktur.
Dengan demikian, perbaikan kinerja laba bersih tersebut tidak semata-mata mencerminkan peningkatan kinerja operasional perusahaan.
Pada Mei lalu, VinFast mengumumkan rencana restrukturisasi yang mencakup pengalihan aset manufaktur senilai sekitar US$ 530 juta kepada kelompok pembeli. Kelompok tersebut juga akan mengambil alih kewajiban utang sekitar US$ 6,9 miliar.
Langkah restrukturisasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperbaiki struktur keuangan, di tengah kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis kendaraan listrik ke pasar global.
Baca Juga: Manchester City Kehilangan Semenyo, Kondisi Haaland Ditunggu Jelang Liga Champions
Sebelumnya, pada April 2026, VinFast menyatakan menargetkan pencapaian EBITDA positif pada akhir 2027.
Target tersebut menjadi salah satu tolok ukur penting bagi perusahaan untuk menunjukkan kemampuan bisnisnya menghasilkan laba dari kegiatan operasional sebelum memperhitungkan bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
Di sisi lain, VinFast terus memperluas jangkauan pasar melalui pengembangan portofolio produk.
Perusahaan baru-baru ini meluncurkan VF Wild di Vietnam, kendaraan listrik dengan teknologi range-extended electric vehicle (REEV), yang menggunakan sistem penggerak listrik dengan dukungan sumber energi tambahan untuk memperpanjang jarak tempuh.
VinFast berencana membawa model tersebut ke pasar luar negeri mulai tahun depan. Ekspansi produk dan geografis diharapkan memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri kendaraan listrik global.
Baca Juga: The Fed Hadapi Dilema: Redam Inflasi AI Tanpa Memukul Pasar Kerja
Meski pendapatan tumbuh dan rugi bersih menyusut, investor masih mencermati kemampuan VinFast memperbaiki kinerja operasional serta mencapai target EBITDA positif. Saham VinFast tercatat turun sekitar 1,6% dalam perdagangan sebelum pembukaan pasar pada Senin.














