kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pendemo Hong Kong bakal ganggu transportasi menuju bandara


Jumat, 23 Agustus 2019 / 05:00 WIB
Pendemo Hong Kong bakal ganggu transportasi menuju bandara

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Para pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong bakal menggelar aksi berbeda untuk mengganggu arus lalu lintas menuju bandara pada Sabtu (24/8) besok. Ini sebagai bagian dari demonstrasi yang berkelanjutan.

"Pergi ke bandara dengan cara yang berbeda, termasuk kereta MTR, bus bandara, taksi, sepeda, dan mobil pribadi untuk meningkatkan tekanan pada transportasi ke bandara," tulis pengunjuk rasa dalam sebuah poster yang beredar di media sosial, Kamis (22/8), seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Tujuan aksi tersebut adalah untuk menciptakan lonjakan lalu lintas, mencegah calon penumpang datang tepat waktu ke bandara, sehingga menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan. Karena itu, pengunjuk rasa bakal "menyeret" kaki mereka agar selambat mungkin ketika naik angkutan umum.

Baca Juga: Orang tajir Hong Kong ramai-ramai ajukan program visa Australia

Pekan lalu, Bandara Internasional Hong Kong mengalami gangguan penerbangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat ribuan pendemo menduduki terminal keberangkatan salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia itu.

Walhasil, semua penerbangan keberangkatan dan kedatangan di Bandara Hong Kong dibatalkan pada 12 Agustus lalu. Dan, operasional bandara baru berjalan normal dua hari kemudian.

Setelah kekacauan itu, Otoritas Bandara Hong Kong menyatakan, telah memperoleh perintah sementara untuk menghentikan orang-orang dari "tindakan melanggar hukum dan sengaja menghalangi" operasional bandara.

Baca Juga: Bank-bank besar di Hong Kong mengutuk kekerasan dan mendesak pemulihan

Yang terang, protes yang berlangsung lebih dari 10 pekan tersebut sudah meruntuhkan ekonomi dan pariwisata Hong Kong. Salah satu pusat keuangan di dunia ini pun di ambang resesi untuk pertama kali dalam satu dekade terakhir.



TERBARU

[X]
×