kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Pendiri merek fashion Kenzo meninggal dunia akibat Covid-19, Paris berduka


Senin, 05 Oktober 2020 / 06:41 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi virus Covid-19. REUTERS/Pavel Mikheyev


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PARIS. Perancang busana Jepang Kenzo Takada, yang membuat labelnya di Paris pada 1970-an, meninggal pada Minggu (4/10/2020).

Juru bicara Kenzo mengatakan kepada media Prancis, berusia 81 tahun, pria yang lebih dikenal sebagai Kenzo itu meninggal karena komplikasi yang terkait dengan Covid-19 di Rumah Sakit Amerika Paris di Neuilly-sur-Seine, pinggiran perumahan di pinggiran barat ibu kota. 

Dikenal dengan motif warna-warni dan siluet aslinya, yang memadukan inspirasi dari Jepang, seperti kimono, dengan potongan lainnya, Takada juga memiliki cabang bisnis parfum dan perawatan kulit. Hal ini semakin membantu bisnisnya berkembang pesat.

Melansir Reuters, Kenzo telah pensiun dari label eponimnya beberapa dekade yang lalu, setelah menjualnya ke LVMH, grup barang mewah terbesar di dunia, pada awal 1990-an.

Baca Juga: Gedung Putih akui kondisi Trump lebih buruk dari yang diungkapkan

Kenzo sejak itu memiliki beberapa direktur kreatif lainnya, sementara Takada mempertahankan hubungan dekat dengan dunia mode tetapi menjelajahi bidang desain lainnya, termasuk furnitur.

Mengkonfirmasi kematiannya dalam sebuah pernyataan di Instagram, merek Kenzo memberikan penghormatan atas penggunaan warnanya, dan mengatakan label tersebut masih terinspirasi oleh semangat hidup dan optimisme.

Baca Juga: Dalam 7 bulan masa pandemi, IDI: 130 dokter meninggal dunia akibat Covid-19

Takada, yang menggambarkan bagaimana ia pertama kali mencapai Prancis melalui perjalanan perahu panjang pada pertengahan 1960-an, dikenal sebagai seorang penjelajah yang rajin, dan bermain dengan campuran inspirasi budaya dalam desainnya.




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×