kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   0,00   0,00%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Pengaduan whistleblower menggambarkan Gedung Putih menutupi skandal Trump-Ukraina


Jumat, 27 September 2019 / 05:20 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Komite Intelijen DPR yang dipimpin Partai Demokrat merilis versi laporan whistleblower yang memicu kontroversi dan mendorong Ketua DPR Nancy Pelosi mengumumkan penyelidikan pemakzulan resmi kepada Presiden AS Donald Trump.

Mengutip Reuters, laporan itu mengatakan Trump bertindak untuk memajukan kepentingan politik pribadinya, mempertaruhkan keamanan nasional dan bahwa pejabat Gedung Putih turun tangan untuk mengalihkan bukti ke sistem elektronik yang terpisah.

"Ini adalah rahasia," kata Pelosi. "Presiden telah terlibat dalam penyamaran selama ini."

Trump membantah bahwa dia bersalah.

Baca Juga: Trump: Kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang dengan China bisa lebih cepat

Menurut ringkasan panggilan telepon 25 Juli yang menjadi pusat keluhan whistleblower, Trump menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki calon presiden Partai Demokrat Joe Biden, berkoordinasi dengan Jaksa Agung AS William Barr dan pengacara pribadi Trump Rudy Giuliani. Ringkasan tertulis panggilan tersebut dirilis oleh administrasi Trump pada Rabu lalu.

Laporan whistleblower, mengutip pejabat AS mengatakan pejabat senior Gedung Putih turun tangan untuk menutup catatan panggilan tersebut, terutama transkrip kata demi kata resmi.

"Alih-alih transkrip itu dimuat ke dalam sistem elektronik terpisah yang jika digunakan untuk menyimpan dan menangani informasi rahasia yang sangat sensitif," kata laporan itu.

"Seorang pejabat Gedung Putih menggambarkan tindakan ini sebagai tindakan penyalahgunaan sistem elektronik karena panggilan itu tidak mengandung sesuatu yang sensitif dari perspektif keamanan nasional."




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×