Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - BEIJING/SINGAPURA. Pengiriman kedelai dari Brasil ke China menghadapi hambatan baru setelah otoritas Brasil memperketat pemeriksaan fitosanitari atas permintaan Beijing. Langkah ini berpotensi menekan pasokan bagi China, yang merupakan importir kedelai terbesar di dunia.
Kementerian Pertanian Brasil dilaporkan meningkatkan inspeksi terhadap pengiriman kedelai yang ditujukan ke China. Kebijakan ini diambil setelah pihak China berulang kali menemukan kedelai yang terkontaminasi bahan kimia perlakuan benih seperti pestisida dan fungisida, menurut empat sumber perdagangan.
Seorang pedagang Asia dari perusahaan internasional yang menjual kedelai ke China menyatakan bahwa otoritas bea cukai China di berbagai wilayah menemukan sejumlah masalah pada kedelai asal Brasil.
Temuan tersebut meliputi keberadaan serangga hidup, biji kedelai yang dilapisi bahan perlakuan benih seperti pestisida atau fungisida, serta kerusakan akibat panas selama proses penyimpanan atau pengiriman.
Importir Perketat Verifikasi Kualitas
Akibat meningkatnya pengawasan, para importir kini harus berulang kali memastikan kepada pemasok Brasil bahwa setiap pengiriman bebas dari masalah fitosanitari sebelum kapal diberangkatkan. Jika tidak memenuhi standar, muatan berisiko ditolak saat tiba di pelabuhan China.
Baca Juga: Presiden Kuba Siap Bicara ke Media di Tengah Krisis Ekonomi dan Tekanan Trump
Seorang pedagang Asia lainnya mengatakan bahwa proses verifikasi ini menambah kompleksitas perdagangan dan meningkatkan risiko keterlambatan pengiriman.
Pengetatan pemeriksaan kualitas ini terjadi pada saat puncak musim ekspor kedelai Brasil. Kondisi tersebut berpotensi menghambat arus pasokan ke China, meskipun stok domestik China saat ini relatif cukup setelah pembelian dalam jumlah besar pada tahun lalu.
Cheang Kang Wei, Wakil Presiden di perusahaan analisis komoditas StoneX yang berbasis di Singapura, mengatakan bahwa jika inspeksi diperketat dan waktu proses clearance semakin panjang di kedua sisi, maka laju kedatangan kedelai di China selama Maret hingga April kemungkinan akan melambat.
Peluang bagi Kedelai Amerika Serikat
Situasi ini dapat membuka peluang bagi pemasok dari Amerika Serikat untuk meningkatkan penjualan kedelai ke China. Negara tersebut kembali melakukan pembelian dari AS sejak akhir Oktober setelah tercapainya kesepakatan perdagangan.
Sebelumnya, Beijing tidak membeli kedelai AS dari panen musim gugur hingga akhir Oktober. Cheang menyebutkan bahwa gangguan pada aliran pasokan Brasil secara teoritis dapat menciptakan celah pasar bagi eksportir AS, meskipun kemungkinan hanya bersifat sementara dan terkait waktu pengiriman, kecuali jika hubungan perdagangan kedua negara membaik secara signifikan.
Di sisi lain, kepala wilayah Amerika Latin dari perusahaan perdagangan komoditas global, Cargill, mengatakan pada Rabu bahwa perusahaan tersebut sempat menghentikan sementara ekspor kedelai dari Brasil ke China.
Hingga saat ini, otoritas General Administration of Customs of China maupun Kedutaan Besar Brasil di Beijing belum memberikan tanggapan resmi terkait situasi tersebut.
Waktu Tunggu Kapal Lebih Lama dan Biaya Naik
Pengetatan pemeriksaan juga berdampak pada waktu tunggu kapal di pelabuhan Brasil untuk mendapatkan sertifikasi ekspor. Hal ini meningkatkan biaya demurrage atau biaya keterlambatan kapal, yang sudah tertekan oleh tingginya tarif angkutan laut akibat konflik di Iran.
Data dari konsultan industri menunjukkan tarif pengiriman kapal Panamax vessel dari Pelabuhan Santos di Brasil menuju pelabuhan utama di China utara naik sekitar 24% sepanjang Maret.
Para pedagang juga menyebutkan bahwa penawaran kedelai Brasil ke China mulai berkurang akibat pemeriksaan yang lebih ketat dan melonjaknya biaya pengiriman.
Baca Juga: AS–Sekutu Barat Bentrok dengan Rusia dan China di PBB Soal Program Nuklir Iran
Harga kedelai Brasil untuk pengiriman April, termasuk biaya pengangkutan, tercatat sekitar 1,22 dolar AS per bushel di atas kontrak Mei di Chicago Board of Trade pada pekan ini. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 1,12 dolar AS per bushel pada 27 Februari.
Impor China Turun, Harga Pakan Naik
Impor kedelai China tercatat turun 7,8% dalam dua bulan pertama tahun ini. Penurunan tersebut sebagian disebabkan oleh panen Brasil yang lebih lambat serta proses clearance bea cukai yang memakan waktu lebih lama.
Di pasar domestik China, harga bungkil kedelai (soymeal) di Dalian Commodity Exchange pada Jumat naik ke level tertinggi sejak Juli 2024. Meski demikian, para pelaku pasar memperkirakan dampak ini hanya bersifat sementara dan kondisi pasokan diperkirakan akan membaik.
Ekonom komoditas utama StoneX, Arlan Suderman, menyatakan bahwa Brasil kemungkinan tidak akan membiarkan arus ekspor ke China terganggu terlalu lama, terutama karena saat ini merupakan periode puncak pengiriman kedelai.













