kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.045   37,00   0,21%
  • IDX 6.255   20,27   0,33%
  • KOMPAS100 822   3,42   0,42%
  • LQ45 627   3,26   0,52%
  • ISSI 216   0,11   0,05%
  • IDX30 352   2,43   0,69%
  • IDXHIDIV20 433   2,45   0,57%
  • IDX80 94   0,36   0,38%
  • IDXV30 119   0,28   0,24%
  • IDXQ30 113   0,59   0,53%

Pengiriman Smartphone China Turun 4,3%, Huawei dan Apple Justru Naik


Selasa, 14 Juli 2026 / 12:34 WIB
Pengiriman Smartphone China Turun 4,3%, Huawei dan Apple Justru Naik
ILUSTRASI. Logo merek Huawei (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pengiriman smartphone di China turun 4,3% secara tahunan menjadi 66 juta unit pada kuartal II 2026, seiring banyak produsen menaikkan harga perangkat untuk menyesuaikan dengan kenaikan biaya memori dan komponen lainnya, menurut laporan perusahaan riset IDC yang dirilis Selasa.

Penurunan tersebut menjadi pelemahan kuartalan kelima secara berturut-turut. Secara kumulatif, pengiriman smartphone China sepanjang semester pertama tahun ini turun 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah pelemahan pasar, Huawei Technologies dan Apple menjadi satu-satunya produsen yang mencatat pertumbuhan pada kuartal II. Pengiriman Huawei meningkat 19,4%, sementara Apple mencatat kenaikan 24,4%.

Baca Juga: Kospi Lanjut Melemah ke Level Terendah dalam 11 Minggu, Saham SK Hynix Terus Tekanan

"Huawei dan Apple mempertahankan harga mereka, sementara pesaing menaikkan harga. Hal tersebut memberi alasan bagi konsumen yang sebelumnya ragu untuk tetap melakukan pembelian, di saat sebagian besar pasar justru membuat mereka memilih menunggu," ujar Arthur Guo, analis senior IDC China.

Huawei memimpin pasar smartphone China dengan pangsa 22,6%, sementara Apple berada di posisi kedua dengan pangsa 18,1%.

Sebaliknya, Xiaomi, yang berada di peringkat kelima, mencatat penurunan pengiriman sebesar 21,7% pada kuartal II. Sementara itu, pengiriman smartphone Oppo dan Vivo masing-masing turun 9,7% dan 11,4%.

IDC menyebutkan sebagian besar produsen berbasis Android menaikkan harga atau mengurangi produksi model kelas bawah sebagai respons terhadap lonjakan harga chip memori dan biaya komponen lainnya. Kondisi tersebut membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru.

Selain itu, berkurangnya dampak program subsidi pemerintah turut menghilangkan salah satu faktor pendukung permintaan yang sebelumnya membantu menopang pasar smartphone China pada kuartal-kuartal sebelumnya.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×