Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - Departemen Pertahanan AS membutuhkan US$80 miliar untuk menutupi biaya perang Iran serta tagihan lain yang tidak terkait dengan perang, kata Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg kepada anggota parlemen dalam panggilan telepon minggu ini, lapor Wall Street Journal pada hari Kamis (19/6), mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Permintaan tambahan AS secara lengkap, yang akan mencakup uang untuk Pentagon serta prioritas non-pertahanan seperti pertanian dan bantuan bencana, dapat dikirim ke anggota parlemen dalam beberapa hari mendatang, tambah surat kabar itu.
Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Pentagon menolak berkomentar.
Gedung Putih tidak segera memberikan komentar di luar jam kerja ketika dihubungi oleh Reuters.
Perang Iran telah menelan biaya sekitar US$25 miliar, kata seorang pejabat Pentagon kepada Reuters pada bulan April, memberikan perkiraan resmi pertama tentang biaya perang. Namun, biaya penuh konflik, yang dimulai Trump bersama Israel pada 28 Februari, tetap menjadi pertanyaan terbuka di Capitol Hill dan permintaan awal US$200 miliar untuk pendanaan tambahan mendapat penentangan keras dari para anggota parlemen.
Direktur anggaran Gedung Putih Russell Vought mengatakan dalam sidang Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan April bahwa ia tidak memiliki perkiraan untuk biaya perang, saat ia membela permintaan Trump untuk anggaran militer tahunan sebesar Us$1,5 triliun.
Anggaran yang diusulkan mencerminkan prioritas Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu bulan November, di mana partai tersebut berupaya mempertahankan kendali atas Kongres tetapi menghadapi meningkatnya kecemasan pemilih atas kenaikan biaya hidup, harga energi yang tinggi, dan beban keuangan akibat perang Iran.













