Penyelidikan pengawas Australia terhadap kasino Crown diperluas

Senin, 07 Juni 2021 | 09:44 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Penyelidikan pengawas Australia terhadap kasino Crown diperluas

ILUSTRASI. Kasino di Crown Resorts Ltd


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan penanggulangan kejahatan keuangan Australia memperluas penyelidikan atas dugaan pelanggaran kepatuhan yang dilakukan operator kasino Crown Resorts. Sementara itu, saingannya, SkyCity Entertainment Group, juga menjadi subjek penyelidikan secara terpisah.

Sebagai informasi, Pusat Laporan dan Analisis Transaksi Australia (AUSTRAC) telah memulai penyelidikan penegakan hukum ke kasino utama Crown di Melbourne pada Oktober 2020 dengan fokus pada bagian manajemen perusahaan yang disinyalir berisi "orang-orang berisiko tinggi dan terpapar secara politik".

Dikutip dari Reuters, AUSTRAC saat ini mengidentifikasi adanya potensi ketidakpatuhan serius pada aturan anti pencucian uang di kasino Crown's Perth. Mereka juga telah memulai penyelidikan penegakan formal di sana dan Crown berkomitmen akan bekerja sama sepenuhnya.

Cakupan penyelidikan yang diperluas menambah beban perusahaan yang lisensi perjudian-nya juga ditangguhkan tepat sebelum membuka resor Sydney senilai A$ 2,2 miliar atau setara US$ 1,7 miliar pada bulan Desember atas klaim yang berbeda

Baca Juga: Crown Australia tolak tawaran Blackstone senilai US$ 6,5 miliar

Crown mengatakan, telah menerima nasihat hukum bahwa mereka telah melanggar undang-undang kasino dengan menjual token perjudian dengan nilai lebih dari A$ 160 juta kepada orang-orang yang membayar dengan kartu kredit atau debit dari tahun 2012 hingga 2016. 
Kasino tersebut juga telah memberi tahu semua regulator terkait hal tersebut dan akan bekerja sama dengan penyelidikan tambahan apa pun yang mengikutinya.

Pesaing Crown yang dimiliki Selandia Baru, SkyCity, juga diberitahu sedang diselidiki secara formal oleh AUSTRAC atas dugaan terkait “pelanggan yang diidentifikasi sebagai berisiko tinggi dan terpapar secara politik” di kasino yang berada di Adelaide antara 2015 dan 2019. 

SkyCity pun mengatakan akan bekerja sama dengan penyelidikan tersebut.

 

Selanjutnya: CEO Airbus berharap bisnis perjalanan udara bisa pulih seperti pra pandemi

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru