kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Perangi wabah baru COVID-19, sejumlah kota di China dalam status pra-perang


Kamis, 28 Oktober 2021 / 14:56 WIB
ILUSTRASI. Warga memakai masker pelindung berjalan di sepanjang The Bund di depan distrik keuangan Lujiazui Pudong, menyusul kasus baru COVID-19 di Shanghai, China, Rabu (25/8/2021). REUTERS/Aly Song.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Kota Jiamusi, juga di perbatasan Heilongjiang-Rusia, belum melaporkan kasus lokal dalam wabah terbaru. Tetapi, Pemerintah Jiamusi mengatakan, akan dalam status waspada selama seminggu hingga 3 November.

Status itu mengharuskan lokasi wisata untuk melarang wisatawan dari luar Jiamusi, menuntut pembatasan pertemuan, dan menghentikan kunjungan ke panti jompo dan fasilitas kesehatan mental.

Dua kota lain di Heilongjiang, Jixi dan Mudanjiang, berjanji untuk memasuki mode kewaspadaan tinggi dan pemantauan ketat "pra-perang", meskipun belum ada infeksi lokal yang dilaporkan dalam seminggu terakhir.

Beberapa kota kecil di perbatasan Barat Laut dan Barat Daya China, yang memerangi risiko kasus impor yang lebih tinggi dengan sumber daya yang relatif sedikit, telah mengalami gangguan yang lebih parah dari kota-kota kaya dalam upaya China untuk membersihkan infeksi.

Selanjutnya: Mengenal Delta AY.4.2, mutasi varian Delta yang bikin kasus di Inggris melonjak




TERBARU

[X]
×