Peringatan WHO: Covid-19 Masih Menjadi Darurat Kesehatan Global

Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:22 WIB Sumber: Reuters
Peringatan WHO: Covid-19 Masih Menjadi Darurat Kesehatan Global

ILUSTRASI. Seorang wanita menjalani tes virus corona (COVID-19) di tempat pengujian di New York City, AS, Selasa (3/5/2022). REUTERS/Brendan McDermid


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Hampir tiga tahun sejak pertama kali ditemukan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mengingatkan bahwa Covid-19 masih menjadi darurat kesehatan global.

Komite darurat WHO pada hari Rabu (19/10) kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi, terutama pada penduduk yang paling rawan.

Komite mengakui bahwa dalam beberapa bulan terakhir jumlah kasus Covid-19 memang cenderung menurun di banyak wilayah. Namun, setiap negara masih tetap menjaga kewaspadaannya terhadap wabah tersebut.

"Meskipun persepsi publik melihat bahwa pandemi telah berakhir di beberapa bagian dunia,  tapi itu tetap menjadi peristiwa kesehatan masyarakat yang terus berdampak buruk terhadap kesehatan dunia," ungkap komite WHO, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Duh! WHO Minta Eropa Bersiap Hadapi Gelombang Covid-19 Baru

Menurut data WHO per hari Rabu, jumlah kasus mingguan turun 6% menjadi 2,96 juta selama periode 10-16 Oktober dibanding minggu sebelumnya.

Terkait jumlah kematian akibat Covid-19, WHO mencatat bahwa saat ini jumlah kematian mingguan ada di level terendah sejak pandemi dimulai.

Di sisi lain, jumlah kematian akibat virus corona masih jadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan virus lainnya.

Untuk angka kematian, WHO mencatat jumlah kematian mingguan turun 17% menjadi 8.294.

Baca Juga: Muncul Omicron XBB, Peringatan WHO: Masih Ada Banyak Risiko dan Ketidakpastian

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kejutan dari pandemi seperti ini masih akan terus terjadi dan meminta seluruh dunia untuk tetap waspada.

"Pandemi ini telah mengejutkan kita sebelumnya dan mungkin akan terjadi sekali lagi," ungkapnya.

Tedros menambahkan, saat ini virus juga terus bermutasi dan membuat para peneliti sulit membuat keputusan. Baru-baru ini pun ditemukan varian Omicroon XBB yang disebut paling mampu menghindari antibodi.

Varian XBB menunjukkan tanda-tanda penularan yang lebih tinggi dibandingkan subvarian Omicron lainnya, meskipun belum ditemukan bukti perubahan tingkat keparahan gejala.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru