kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Perintah Netanyahu: Israel Batasi Jemaah Sholat Ramadhan di Al Aqsa Yerusalem


Selasa, 20 Februari 2024 / 03:45 WIB
ILUSTRASI. Warga Palestina berdoa di Laylat al-Qadr selama bulan suci Ramadhan di kompleks yang menampung Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock yang dikenal oleh umat Islam sebagai Tempat Suci dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, di Kota Tua Yerusalem, Rabu (27/4/2022). REUTERS/Ammar Awad


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JERUSALEM - Kabar sedih bagi umat muslim di sekitar Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Mereka tidak akan menikmati beribadah dengan leluasa di bulan suci Ramadan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin mengatakan bahwa ia telah membuat "keputusan yang seimbang" untuk mengizinkan kebebasan beribadah di Masjid Al Aqsa Yerusalem selama Ramadhan.

Namun akses beribadah untuk umat Muslim tersebut akan dibatasi sesuai dengan kebutuhan keamanan yang ditentukan zionis Israel.

Baca Juga: Netanyahu: Israel to Set Security Limits on Ramadan Prayers at Jerusalem's Al Aqsa

Ketika ditanya tentang kemungkinan memblokir akses bagi Muslim Israel ke Al Aqsa, sebuah tempat ibadah di Kota Tua Yerusalem, kantor Netanyahu mengatakan: "Perdana menteri membuat keputusan yang seimbang untuk memungkinkan kebebasan beribadah sesuai kebutuhan keamanan yang ditentukan oleh para profesional." Tidak ada perrincian kebijakan yang diberikan oleh Netanyahu.

Israel sering menetapkan pembatasan jamaah yang dapat mencapai tempat salat tersebut - misalnya berdasarkan usia - untuk menghindari terjadinya kekerasan di tempat tersebut, yang merupakan bagian dari kompleks yang juga suci dalam Yahudi dan Nasrani.




TERBARU

[X]
×