kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45970,79   2,64   0.27%
  • EMAS928.000 0,32%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.05%

Perusahaan farmasi asal Prancis Sanofi menghentikan pengembangan vaksin mRNA COVID-19


Selasa, 28 September 2021 / 16:02 WIB
Perusahaan farmasi asal Prancis Sanofi menghentikan pengembangan vaksin mRNA COVID-19
ILUSTRASI. Sanofi. REUTERS/Benoit Tessier//File Photo

Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - PARIS. Raksasa farmasi Prancis Sanofi mengatakan pada Selasa (28/9) bahwa mereka menghentikan pengembangan vaksin mRNA COVID-19 meskipun hasil tes positif. Langkah itu diambil karena tertinggal dari para pesaingnya dalam memproduksi virus corona.

Perusahaan mengatakan akan fokus pada jenis suntikan lain yang sedang dikembangkan dengan pembuat obat Inggris GlaxoSmithKline dan yang sedang dalam tahap akhir uji coba pada manusia. Vaksin mRNA Sanofi, teknologi terobosan yang digunakan oleh saingan Pfizer-BioNTech dan Moderna sebenarnya memiliki hasil positif dalam uji klinis fase satu dan dua, kata perusahaan itu.

Tetapi Sanofi mengatakan tidak akan membawanya ke fase ketiga dan terakhir, dengan alasan akan terlambat untuk memasarkan 12 miliar dosis COVID-19 yang akan diproduksi pada akhir tahun. Sebagai gantinya, perusahaan akan menggunakan teknologi mRNA untuk vaksin melawan patogen lain, termasuk flu.

Baca Juga: Mandat vaksin berlaku di AS, rumah sakit New York hadapi ancaman kekurangan staf

“Kebutuhannya bukan untuk membuat vaksin mRNA COVID-19 baru, tetapi untuk melengkapi Prancis dan Eropa dengan gudang vaksin RNA untuk pandemi berikutnya, untuk patologi baru,” wakil presiden vaksin Sanofi, Thomas Triomphe, mengatakan kepada AFP.

Tidak ada kebutuhan kesehatan masyarakat untuk vaksin RNA messenger lain terhadap COVID-19. Hasil dari uji coba fase tiga vaksin lain yang dikembangkan dengan GlaxoSmithKline diharapkan sebelum akhir tahun 2021.

Perusahaan-perusahaan tersebut menggabungkan antigen yang dikembangkan Sanofi, yang merangsang produksi antibodi pembunuh kuman, dengan teknologi ajuvan GSK, zat yang meningkatkan respons imun yang dipicu oleh vaksin.

Selanjutnya: Begini cara mencegah penularan varian Mu yang kebal vaksin dan imun penyitas

 




TERBARU
Kontan Academy
The Hybrid Salesperson The New Way to Sell in The New Era Certified Supply Chain Manager (CSCM) Batch 2

[X]
×