Perusahaan Teknologi Barat, Termasuk Ericsson dan Nokia Berencana Keluar dari Rusia

Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:13 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Perusahaan Teknologi Barat, Termasuk Ericsson dan Nokia Berencana Keluar dari Rusia

ILUSTRASI. Perusahaan Teknologi Barat, Termasuk Ericsson dan Nokia Berencana Keluar dari Rusia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi Barat, termasuk Ericsson dan Nokia, mengumumkan rencana untuk keluar sepenuhnya dari Rusia. Langkah ini mengikuti Dell yang minggu lalu, melakukan percepatan penarikan operasinya dari negara itu dengan cepat.

Dilansir dari Reuters, Ericsson mengatakan secara bertahap akan menarik diri dari Rusia selama beberapa bulan mendatang, sementara saingannya dari Finlandia, Nokia, mengatakan pihaknya juga berencana untuk keluar dari bisnis di Rusia pada akhir tahun ini.

Logitech International  yang berbasis di Swiss juga mengatakan akan menghentikan kegiatannya yang tersisa di Rusia, setelah menangguhkan operasinya pada bulan Maret.

Lebih banyak perusahaan barat yang menjual atau menarik diri dari bisnis Rusia mereka, setelah awalnya menghentikan operasinya setelah Moskow mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.

Baca Juga: Dampak Sanksi dari Barat, Rusia Akan Kesulitan Pertahankan Output Minyak

“Proses ini membutuhkan perencanaan yang cermat mengingat tantangan politik yang sedang berlangsung. Kami sekarang melihat buah dari rencana keluar yang telah berbulan-bulan dikerjakan. Mereka semua sekarang mengikutinya," kata Paolo Pescatore, analis di PP Foresight.

Ericsson sendiri telah menangguhkan bisnisnya di Rusia tanpa batas pada bulan April lalu, sementara Nokia melangkah lebih jauh dan mengatakan akan menarik diri sepenuhnya dari negara itu.

"Pada akhir tahun, sebagian besar karyawan kami di Rusia akan pindah dari Nokia, dan kami telah mengosongkan semua kantor kami. Kami akan mempertahankan kehadiran resmi di negara ini sampai penutupan sesuai hukum selesai," kata juru bicara Nokia.

Ericsson, yang menempatkan karyawannya pada cuti berbayar awal tahun ini, juga mencatat provisi 900 juta crown atau sekitar US$ 95 juta pada kuartal pertama untuk penurunan nilai aset dan biaya luar biasa lainnya yang terkait dengan pemindahan tersebut.

Baca Juga: Rusia: Kami Tidak akan Hentikan Serangan Militer di Ukraina

Ericsson memiliki sekitar 400 karyawan di Rusia dan mengatakan akan memberikan dukungan keuangan kepada mereka yang terkena dampak.

Smentara Nokia, yang memiliki sekitar 2.000 karyawan di Rusia, mengatakan aktivitasnya yang tersisa di negara itu terkait dengan pemeliharaan keterbatasan jaringan penting untuk mematuhi kewajiban kontrak dan kemanusiaan.

Ketika Ericsson dan Nokia keluar dari Rusia, operator seluler negara itu MTS dan Tele2 akan menjadi lebih bergantung pada perusahaan China seperti Huawei dan ZTE. Tetapi MTS dan Tele2 menolak untuk berkomentar.

Editor: Handoyo .

Terbaru