kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pesan PBB untuk Israel: Biarkan Pekerjaan Kemanusiaan Melakukan Tugasnya


Rabu, 03 April 2024 / 06:20 WIB
Pesan PBB untuk Israel: Biarkan Pekerjaan Kemanusiaan Melakukan Tugasnya
ILUSTRASI. Anggota 'World Central Kitchen' menyiapkan makanan untuk warga Palestina, di Gaza. (21/3/2024) @chefjoseandres/via REUTERS


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - PBB kembali mengecam Israel karena terus menimbulkan kematian di kalangan sipil dalam operasi militernya di Gaza. Pada hari Senin (1/4), serangan Israel menewaskan tujuh orang pekerja dapur umum.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada hari Selasa (2/4) mengatakan bahwa insiden seperti itu semakin tidak bisa dihindari melihat bagaimana cara perang di Gaza berjalan sejak Oktober 2023.

Dirinya bahkan menyebut bahwa wilayah Palestina yang diduduki Israel sebagai wilayah paling berbahaya untuk bekerja.

Baca Juga: Iran Bersumpah Akan Membalas Serangan Israel di Suriah

"Setidaknya 196 pekerja kemanusiaan telah terbunuh sejak bulan Oktober di Wilayah Pendudukan Palestina, yang merupakan salah satu tempat paling berbahaya dan sulit untuk bekerja di dunia," katanya, dikutip Reuters.

Melihat fakta menyedihkan itu, Dujarric meminta Israel untuk memberikan ruang aman bagi pekerja kemanusiaan dalam melaksanakan tugasnya.

"Pesannya adalah biarkan pekerja kemanusiaan melakukan tugasnya," kata Dujarric mewakili PBB.

Tujuh orang yang bekerja untuk badan amal World Central Kitchen, milik koki selebriti Jose Andres, tewas dalam serangan terbaru Israel awal pekan ini.

Baca Juga: 7 Pekerja Bantuan Badan Amal Pangan Tewas Akibat Serangan Udara Israel di Gaza

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan udara yang menewaskan para pekerja bantuan itu tidak disengaja.

Insiden ini terjadi ketika Gaza sedang ada di bawah ancaman bencana kelaparan akut. Sejauh ini PBB konsisten menyampaikan keluhan terkait adanya hambatan dalam mendapatkan bantuan dan mendistribusikannya.

"Kami memiliki mekanisme dekonfliksi. Kami telah mencatat bahwa itu tidak berfungsi dengan benar. Kami terus menyalurkan bantuan atas dasar oportunistik, dan ini bukanlah cara yang tepat untuk menjalankan operasi bantuan besar-besaran," pungkas Dujarric.




TERBARU

[X]
×