CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Pfizer Bakal Sediakan Vaksin Covid-19 Murah untuk Negara Miskin


Kamis, 26 Mei 2022 / 11:58 WIB
Pfizer Bakal Sediakan Vaksin Covid-19 Murah untuk Negara Miskin
ILUSTRASI. Vaksin Covid-19 Pfizer.


Sumber: AP | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - DAVOS. Perusahaan farmasi Pfizer pada hari Rabu (25/5) mengumumkan akan menyediakan produk obat-obatan murah untuk negara miskin. Di antara produk yang ditawarkan adalah vaksin Covid-19 yang menjadi produk terlarisnya dalam dua tahun terakhir.

Dilansir dari Associated Press (AP), setidaknya ada 23 jenis produk obat-obatan dan vaksin yang digunakan untuk mengobati penyakit menular, beberapa jenis kanker dan kondisi langka dan peradangan.

Juru bicara Pfizer, Pam Eisele, mengatakan hanya sejumlah kecil obat-obatan dan vaksin yang saat ini tersedia di 45 negara target bantuan. Eisele juga menjelaskan bahwa Pfizer hanya akan membebankan biaya produksi dan biaya distribusi pada level minimal.

Baca Juga: Korea Utara Klaim Telah Berhasil Mengendalikan Covid-19

Pfizer juga berencana untuk memberikan bantuan berupa pendidikan publik, pelatihan untuk penyedia layanan kesehatan dan manajemen pasokan obat.

Pengumuman ini disampaikan Pfizer ketika menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.  Pfizer berharap bisa mewujudkan pemerataan kesehatan di 45 negara berpenghasilan rendah. Sebagian besar negara berada di Afrika. Negara lain yang menjadi antara lain adalah Haiti, Suriah, Kamboja, dan Korea Utara.

"Apa yang kami temukan melalui pandemi adalah bahwa pasokan tidak cukup untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi negara-negara ini," ungkap CEO Pfizer, Albert Bourla.

Bourla mencatat bahwa miliaran dosis vaksin Covid-19 telah ditawarkan secara gratis ke negara-negara berpenghasilan rendah. Sebagian besarnya disalurkan melalui pemerintah AS. Namun, dosis itu tidak dapat digunakan sekarang.

Awal bulan ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mendesak Pfizer untuk menyediakan obat-obatan terkait Covid-19 lebih banyak ke negara-negara miskin.

Baca Juga: Denmark Siap Memberikan Vaksin Cacar Monyet untuk Orang yang Rentan

Di sisi lain, Aliansi Vaksin Rakyat, organisasi HAM yang bergerak di bidang vaksin, menilai bahwa rencana Pfizer masih akan membuat banyak negara berpenghasilan menengah dan negara lainnya membayar mahal untuk obat-obatan.

Dalam pernyataannya, organisasi tersebut merasa dunia tidak bisa langsung memuji Pfizer atas rencananya, karena pada akhirnya perusahaan hanya akan mengambil keuntungan.

"Kita seharusnya tidak memuji pengambil keuntungan dari pandemi ini sebagai pahlawan, bahkan ketika mereka membuat gerakan yang memenuhi syarat seperti ini," kata organisasi yang juga mengawasi teknologi dasar untuk produksi vaksin tersebut.

Menurut data FactSet yang dikutip AP, Pfizer telah memperoleh hampir US$37 miliar sepanjang tahun lalu melalui unit perusahaan Comirnaty yang memproduksi vaksin Covid-19. Sementara itu, tahun ini mereka juga telah mendapatkan hampir US$24 miliar dari unit Paxlovid lewat sejumlah produk perawatan Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×