kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

PM Inggris Johnson mengatakan sanksi sudah disiapkan jika Rusia menyerang Ukraina


Selasa, 08 Februari 2022 / 14:18 WIB
PM Inggris Johnson mengatakan sanksi sudah disiapkan jika Rusia menyerang Ukraina
ILUSTRASI. PM Inggris Johnson mengatakan sanksi sudah disiapkan jika Rusia menyerang Ukraina


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  LONDON. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan sanksi dan tindakan lain akan siap diambil jika Rusia akhirnya menyerang Ukraina, dan pemerintahnya akan meminta parlemen untuk sanksi terhadap individu dan perusahaan Rusia.

Menulis di The Times pada hari Selasa, Johnson mengatakan Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan pesawat tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan dan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan untuk melindungi Eropa tenggara.

Johnson juga mengatakan Menteri Pertahanan Ben Wallace dan Menteri Luar Negeri Liz Truss akan segera melakukan perjalanan ke Moskow.

Komentar Johnson itu muncul ketika para pejabat di Amerika Serikat mengatakan serangan oleh Rusia di Ukraina dapat terjadi dalam beberapa hari atau minggu. Rusia telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina. Namun Rusia menyangkal sedang merencanakan invasi.

Baca Juga: Ketegangan Rusia dan Ukraina Membawa Bitcoin ke Zona Hijau

"Sanksi Inggris dan tindakan lainnya akan siap untuk setiap serangan Rusia yang diperbarui," tulis Johnson seperti dilansir Reuters, Selasa (8/2).

"Pemerintah akan meminta kekuatan baru kepada parlemen untuk memberikan sanksi yang lebih luas kepada individu dan entitas Rusia, termasuk perusahaan mana pun yang terkait dengan negara Rusia atau beroperasi di sektor strategis yang penting bagi Kremlin," ucap Johnson.

Inggris juga bersiap untuk memperkuat kelompok perang NATO yang dipimpin Inggris di Estonia, kata Johnson. "Saya menyambut baik pernyataan Jerman bahwa Nord Stream 2 akan dipertimbangkan kembali jika terjadi serangan," tambahnya.

Baca Juga: Kanselir Jerman: Kami Tidak Akan Memasok Senjata Mematikan ke Ukraina

Pada hari Senin, Presiden AS Joe Biden mengatakan setelah bertemu dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz bahwa pipa gas Nord Stream 2 akan dihentikan jika Rusia menginvasi Ukraina. 

Scholz mengatakan pasangan itu memiliki pendekatan yang sama ke Ukraina, ke Rusia dan sanksi, tetapi tidak secara langsung mengkonfirmasi rencana Nord Stream 2.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×