kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.914   -74,00   -0,41%
  • IDX 6.095   -26,27   -0,43%
  • KOMPAS100 789   -4,26   -0,54%
  • LQ45 605   -3,61   -0,59%
  • ISSI 211   -0,34   -0,16%
  • IDX30 335   -2,34   -0,69%
  • IDXHIDIV20 426   -0,43   -0,10%
  • IDX80 90   -0,49   -0,54%
  • IDXV30 116   0,31   0,27%
  • IDXQ30 109   -0,34   -0,31%

PM Malaysia desak Indonesia bereskan asap


Senin, 05 Oktober 2015 / 15:40 WIB


Sumber: BBC | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meminta pemerintah Indonesia mengambil tindakan terhadap koporasi yang terlibat dengan pembakaran hutan, yang menyebabkan bencana asap di kawasan. 

"Hanya Indonesia sendiri yang bisa mengumpulkan bukti dan menghukum perusahaan yang bertanggungjawab," kata Najib pada media lokal Bernama, Senin (4/10). 

Namun, Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan, masalah ini bukan hal yang mudah diselesaikan. Jokowi mengatakan, telah mengerahkan 20.000 personel aparat untuk membantu memadamkan api yang menyebar di enam provinsi. 

Kondisi di lima provinsi di Malaysia masuk kategori tidak sehat, sementara satu kawasan berstatus udara berbahaya. Malaysia menutup hampir semua sekolah hari ini dan kemungkinan besok.

"Kami tidak akan berkompromi dengan apapun yang membahayakan pelajar kami," kata Menteri Pendidikan Malaysia Mahdzir Khalid, dikutip AFP. 

Salah satu ajang maraton terbesar di Kuala Lumpur dengan 30.000 peserta juga dibatalkan hari Minggu lalu. 

Tak hanya Malaysia, asap dari Indonesia berimbas juga ke Singapura dan Filipina. Badan cuaca Filipina menyalahkan api di Sumatera dan angin Muson yang membawa asap ke arah Timur Laut. Sabtu lalu, Pollutant Standards Index di Singapura mencapai 242, dengan status sangat tidak sehat. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×