kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Polusi dan penangkapan ikan besar-besaran merusak karang


Minggu, 19 Januari 2020 / 06:54 WIB
Polusi dan penangkapan ikan besar-besaran merusak karang
ILUSTRASI. Terumbu karang yang tidak sehat karena hilangnya mikroba


Sumber: National Science Foundati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - Lautan bersih hanyalah sekedar tinggal mimpi. Polusi dan penangkapan ikan secara besar-besaran bisa merusak karang. 

Para ilmuwan dari Woods Hole Oceanographic Institution menyatakan polusi dan penangkapan ikan secara berlebihan menyebabkan perubahan struktur karang.  

Baca Juga: Kirigami menginspirasi ilmuwan merancang struktur soft robot

Efeknya, hewan-hewan laut tidak lagi memiliki rumah. Asal tahu saja, terumbu karang berperan sebagai rumah ikan dan hewan laut lainnya. Selain itu, karang juga berfungsi membantu mengendalikan pertumbuhan alga. 

"Hilangnya ikan dan bulu babi bisa meningkatkan makroalga dan memicu karbon organik yang menyebabkan degradasi terumbu karang," jelas Laura Weber, Peneliti Woods Hole Oceanographic Institution. 

Para peneliti pun melakukan penelitian untuk mempelajari karakter terumbu karang. Mereka mengambil contoh air dari 25 terumbu karang di Kuba dan Florida Keys. 

Hasilnya, terumbu karang yang memiliki keanekaragaman mikroba yang lebih tinggi serta mengandung konsentrasi nutrisi dan karbon organik rendah memiliki kondisi yang lebih sehat. 

Para ilmuwan melaporkan penelitian ini di dalam Journal Environmental Microbiology. Sekedar info, penelitian ini didanai oleh National Science Foundation. 

Baca Juga: Sekitar 40% spesies tanaman langka terancam punah akibat perubahan iklim

"Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang hubungan komunitas mikrobaa dengan kualitas karang serta air," kata Dan Thornhill, Direktur Program Bidang Ilmu Kelautan National Science Foundation. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×