kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Presiden China Xi perintahkan tentaranya siap berperang


Sabtu, 05 Januari 2019 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Presiden China


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Presiden China Xi Jinping memerintahkan Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk memperkuat ketahanan dan kesiapan mereka berperang. Hal itu dikatakan Xi pada pertemuan petinggi militer negara komunis tersebut pada hari Jumat (4/1).

Selama ini, China terus meningkatkan kekuatan militernya di tengah sengketa wilayah di Laut China Selatan dan meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai berbagai masalah mulai dari perdagangan hingga status Taiwan.

Kantor berita resmi Xinhua mengabarkan, dalam rapat tersebut, Xi mengatakan kalau China menghadapi risiko dan tantangan yang semakin meningkat dan angkatan bersenjata harus bekerja untuk mengamankan keamanan dan pembangunan China.

Xi, yang juga ketua Komisi Militer Pusat menuturkan, angkatan bersenjata harus menyusun strategi untuk era baru dan bertanggungjawab mempersiapkan dan mengobarkan perang.

"Dunia sedang menghadapi periode perubahan besar yang tidak pernah terlihat dalam satu abad terakhir, dan China masih dalam proses periode penting memperluas strategi dan pembangunan,"ujarnya seperti dikutip Reuters, Sabtu (5/1).

Perkembangan terbaru ini merupakan kelanjutan dari pidato Xi pada hari Rabu (1/1) yang menyatakan bahwa Tiongkok masih memiliki hak menggunakan kekuatan agar mencapai penyatuan kembali dengan Taiwan dan mencegah kemerdekaan pulau tersebut.

Pidato Xi ini juga muncul setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani Undang-Undang (UU) Inisiatif Reasuransi Asia menjadi UU dan menegaskan kembali komitmen AS untuk keamanan Taiwan.




TERBARU

[X]
×