Presiden Melarikan Diri, Kini Sri Lanka Umumkan Kondisi Darurat

Senin, 18 Juli 2022 | 10:53 WIB Sumber: Reuters
Presiden Melarikan Diri, Kini Sri Lanka Umumkan Kondisi Darurat

ILUSTRASI. Penjabat Presiden sementara Sri Lanka Ranil Wickremesinghe telah mengumumkan keadaan darurat di tengah krisis ekonomi dan aksi unjuk rasa. News Cutter via REUTERS


KONTAN.CO.ID - KOLOMBO. Penjabat Presiden sementara Sri Lanka Ranil Wickremesinghe telah mengumumkan keadaan darurat. Hal tersebut diketahui melalui pemberitahuan pemerintah yang dirilis pada Minggu malam (17/7/2022), ketika pemerintahannya berusaha untuk meredakan kerusuhan sosial dan mengatasi krisis ekonomi yang mencengkeram negara pulau itu.

“Adalah bijaksana, demikian untuk dilakukan, demi kepentingan keamanan umum, perlindungan ketertiban umum dan pemeliharaan persediaan dan layanan yang penting bagi kehidupan masyarakat,” demikian bunyi pemberitahuan itu seperti yang dilansir Reuters.

Presiden terguling Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, yang melarikan diri ke luar negeri pekan lalu untuk menghindari pemberontakan rakyat terhadap pemerintahnya, mengatakan dia mengambil "semua langkah yang mungkin" untuk mencegah krisis ekonomi yang melanda negara pulau itu.

Pengunduran diri Rajapaksa diterima oleh parlemen pada hari Jumat. Dia terbang ke Maladewa dan kemudian Singapura, setelah ratusan ribu pengunjuk rasa anti-pemerintah turun ke jalan-jalan Kolombo seminggu yang lalu dan menduduki kediaman dan kantor resminya.

Parlemen Sri Lanka bertemu pada hari Sabtu untuk memulai proses pemilihan presiden baru, dan pengiriman bahan bakar tiba untuk memberikan bantuan kepada negara yang dilanda krisis.

Baca Juga: Parlemen Menerima Pengunduran Diri Rajapaksa, Proses Pemilihan Pengganti Dimulai

Wickremesinghe, sekutu Rajapaksa, adalah salah satu pesaing utama untuk mengambil kursi kepresidenan penuh waktu. Akan tetapi, pengunjuk rasa juga ingin dia untuk mengundurkan diri, yang mengarah ke prospek kerusuhan lebih lanjut jika dia terpilih.

Gerakan protes Sri Lanka mencapai hari ke-100 pada hari Minggu.

Salah urus negara 

Rajapaksa disalahkan atas gejolak keuangan Sri Lanka, yang telah memaksa 22 juta orangnya mengalami kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan sejak akhir tahun lalu.

Kampanye untuk menggulingkan Rajapaksa, yang diorganisir terutama melalui posting di Facebook, Twitter, dan TikTok, menarik orang-orang dari seluruh perbedaan etnis yang sering tak terjembatani di Sri Lanka.

Di bawah konstitusi Sri Lanka, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe secara otomatis dilantik sebagai penjabat presiden setelah pengunduran diri Rajapaksa, dan sekarang menjadi kandidat utama untuk menggantikannya secara permanen dalam pemungutan suara parlemen minggu ini.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru