Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saham Apple Inc. anjlok hampir 10% pada perdagangan Jumat (31/7/2026) setelah perusahaan merilis proyeksi pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi pasar.
Pelemahan tersebut berpotensi menghapus hampir US$500 miliar dari kapitalisasi pasar Apple dan mengembalikan posisinya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia kepada Nvidia.
Baca Juga: Nilai Aset Vatikan Bertambah €89 Juta Ditopang Lonjakan Harga Emas
Jika penurunan tersebut bertahan hingga penutupan perdagangan, ini akan menjadi penurunan harian terbesar saham Apple sejak aksi jual pasar akibat pandemi Covid-19 pada Maret 2020.
Apple memperkirakan pertumbuhan pendapatan pada kuartal berjalan hanya berada di kisaran 9% hingga 11%, lebih rendah dibandingkan ekspektasi analis Wall Street yang memperkirakan pertumbuhan sekitar 12%.
Prospek tersebut mencerminkan kesulitan Apple memperoleh komponen penting di tengah melonjaknya permintaan industri terhadap chip dan memori untuk pembangunan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI).
Chief Executive Officer (CEO) Apple Tim Cook menyebut, gangguan pasokan tersebut sebagai masalah yang "sangat signifikan". Ia mengatakan Apple memiliki pilihan yang terbatas untuk mengatasinya.
Baca Juga: Chelsea Didenda £10 Juta atas Pelanggaran Aturan FA, Lolos dari Pengurangan Poin
Panggilan paparan kinerja kuartalan kali ini juga menjadi yang terakhir bagi Cook sebagai CEO sebelum menyerahkan jabatan kepada John Ternus pada September mendatang dan beralih menjadi executive chairman.
"Jika perusahaan sebesar Apple saja mengatakan seluruh fleksibilitas rantai pasoknya sudah habis, maka kondisinya benar-benar buruk bagi semua pihak," ujar CEO Creative Strategies, Ben Bajarin dilansir Reuters.
Permintaan besar dari perusahaan teknologi terhadap kapasitas produksi chip canggih dan memori untuk kebutuhan AI telah memicu kelangkaan pasokan serta kenaikan harga.
Kondisi ini diperkirakan akan menekan pasar komputer pribadi (PC) dan smartphone sepanjang tahun ini.
Selama ini Apple mampu meredam lonjakan biaya memori dengan memanfaatkan persediaan stok yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Baca Juga: Inflasi AS Masih Membandel, Dua Pejabat The Fed Minta Kenaikan Suku Bunga
Namun, Cook mengatakan cadangan tersebut mulai menipis, sementara kekurangan prosesor membuat perusahaan tidak mampu memenuhi tingginya permintaan terhadap iPhone dan Mac.
Selain proyeksi pendapatan yang mengecewakan, perlambatan pertumbuhan bisnis layanan (services) juga menjadi perhatian investor.
Padahal, penjualan iPhone yang kuat biasanya turut mendorong pertumbuhan layanan seperti App Store, Apple Music, dan Apple TV.
Analis menilai perlambatan tersebut berpotensi semakin dalam apabila Apple benar-benar menaikkan harga iPhone generasi terbaru yang diperkirakan akan diperkenalkan pada September mendatang.
Analis Morgan Stanley menilai, dominasi Apple terhadap rantai pasok mulai dipertanyakan. Selain itu, manfaat AI terhadap penjualan produk maupun layanan Apple juga dinilai belum terlihat secara nyata.
Baca Juga: Harga HP Terancam Naik Lagi, Qualcomm Siapkan Kenaikan Harga Chip Mulai September
Mereka bahkan menilai pelemahan pendapatan App Store bisa menjadi dampak dari meningkatnya penggunaan AI yang mengubah cara konsumen menghabiskan waktu.
Meski demikian, sejumlah analis tetap optimistis permintaan iPhone akan bertahan karena sebelumnya produk Apple mampu melewati kenaikan harga tanpa mengganggu penjualan secara signifikan.
Selain itu, kerja sama Apple dengan Klarna di Amerika Serikat yang menawarkan skema cicilan bulanan untuk perangkat Apple dinilai dapat membantu menjaga minat konsumen.
Pasca laporan keuangan tersebut, sedikitnya empat perusahaan sekuritas memangkas target harga saham Apple, sementara tiga lainnya justru menaikkannya.
Berdasarkan data LSEG, median target harga kini berada di level US$330 per saham, sekitar US$3 di bawah harga penutupan sebelumnya.
Sebelum koreksi pada Jumat, saham Apple masih mencatat kenaikan sekitar 22,7% sepanjang tahun ini.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
