kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Putus kuliah dari MIT dibayar dengan kesuksesan (1


Selasa, 07 Februari 2017 / 12:45 WIB
Putus kuliah dari MIT dibayar dengan kesuksesan (1


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Tri Adi

Buah tak jatuh jatuh dari pohonnya. Pepatah itu mungkin tepat dialamatkan bagi Patrick Collison. Sang ayah adalah sarjana teknik yang bekerja pada produsen komputer ternama dunia. Sejak usia 8 tahun, Collison sudah tertarik pada dunia komputer. Pria yang kini memiliki kekayaan US$ 1,1 miliar itu merupakan pendiri Stripe, startup teknologi pembayaran via internet. Keputusan drop out dari bangku kuliah, dibayarnya dengan kesuksesan yang melambungkan namanya.

Berbekal kecerdasan yang dimilikinya, Patrick Collison kini menjadi salah satu miliarder dunia. Forbes mencatat, pria yang baru berusia 28 tahun itu, mengoleksi harta kekayaan senilai total US$ 1,1 miliar atau setara Rp 14,68 triliun (kurs US$ 1=Rp 13.350).

Collison merupakan anak tertua dari tiga bersaudara, dari pasangan Denis Collison dan Lily yang lahir pada tahun 1988. Sang ibu awalnya adalah seorang peneliti dibidang mikrobiologi. Namun karena kultur budaya Irlandia yang kuat, saat Collison dilahirkan, Lily diminta mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja untuk mengasuh sang buah hati.

Seperti dikutip situs www.stratupgrind.com dari hasil wawancara dengan Collison sekitar tahun 2012 silam, diceritakan bahwa sang ibu kembali memilih bekerja. Kali ini, Lily memilih mendirikan lembaga pelatihan bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi ISO 9000, beberapa bulan pasca kelahiran Collison.

Adapun sang ayah, Denis Collison merupakan sarjana teknik, yang bekerja pada DELL, produsen perangkat keras komputer. Wajar jika dunia komputer bukan menjadi barang asing bagi Collison sejak belia.

Pada umur 8 tahun, saat teman sebayanya sedang asyik bermain, Collison justru tertarik ikut kursus komputer di University of Limerick. Memasuki usia 10 tahun, dia mulai mendalami keterampilan pemrograman. Lima tahun kemudian, atau saat berumur 15 tahun, dia menjajal ikut kompetisi dibidang kecerdasan buatan (artificial intelligence).




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×