kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ramalan-ramalan tentang kemungkinan resesi global akan terjadi di 2020


Rabu, 04 September 2019 / 14:09 WIB
Ramalan-ramalan tentang kemungkinan resesi global akan terjadi di 2020
ILUSTRASI. Uang dollar AS

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pada akhir tahun lalu, worldfinancialreview.com pernah menulis artikel yang berjudul The Predicted 2020 Global Recession. Artikel ini mengulas soal spekulasi mengenai perekonomian global yang akan mengalami crash atau kejatuhan tajam. 

Ada banyak alasan yang diutarakan sejumlah ekonomis ternama dunia mengapa resesi global di 2020 bakal terjadi. 

Prediksi itu sekarang tampaknya akan menjadi kenyataan. Mereka menyimpulkan, 2020 merupakan tahun di mana crash jilid 2 akan terjadi sekali lagi. 

Baca Juga: Benarkah resesi AS akan segera terjadi? Penasihat ekonomi Trump mulai cemas

The Independet, misalnya, pernah menulis: "Bank investasi JPMorgan mengingatkan, krisis finansial global selanjutnya akan terjadi pada 2020 yang dipicu oleh sistem perdagangan otomatis."

Forbes: "Tahun 2020 kemungkinan akan menjadi dekade terburuk dalam sejarah AS, dipicu oleh menyebarnya krisis kredit global."

Baca Juga: Cadangan devisa semakin mengering, ini yang dilakukan pemerintah Argentina

Mark Zandu, chief economist Moody's Analytic mengatakan: "2020 adalah titik belok yang nyata."

Pada Desember 2018, Bapak Kiamat Dunia Nouriel Roubini, memprediksi bahwa ekspansi global di 2018 akan berlanjut hingga 2019. Namun, dia mengingatkan, kondisi itu akan berbalik menuju resesi global di 2020. 

Baca Juga: Lebanon deklarasikan ekonomi negara dalam keadaan darurat, apa yang terjadi?

Roubini menggarisbawahi, paket stimulus global akan segera berakhir, inflasi akan datang, perselisihan perdagangan akan menyeret ekonomi global, dan tingkat suku bunga saat ini berada pada lintasan atas. 

Yang menarik, pada waktu itu Roubini juga berkomentar bagaimana dengan memangkas imigrasi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi karena populasi usia tua tidak akan mampu mendongkrak perekonomian. 





Close [X]
×