kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,58   5,98   0.78%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Cadangan devisa semakin mengering, ini yang dilakukan pemerintah Argentina


Rabu, 04 September 2019 / 08:12 WIB
Cadangan devisa semakin mengering, ini yang dilakukan pemerintah Argentina
ILUSTRASI. Bursa saham Argentina

Sumber: CNBC,Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BUENOS AIRES. Krisis ekonomi di Argentina semakin memburuk. Salah satu indikasinya, cadangan devisa negara tersebut kian mengering. Data Bloomberg menunjukkan, pada Kamis pekan lalu, jumlah cadangan devisa Argentina yang terkuras senilai US$ 3 miliar.

Sedangkan pada Jumat, pemerintah berjibaku untuk membayar utang jangka pendek dan memperlambat pelemahan mata uang peso. Kini, risiko yang tengah dihadapi Argentina ialah semakin menipisnya cadangan devisa yang kini hanya sebesar US$ 15 miliar.    

Untuk menyelamatkan kembali perekonomian, Pemerintah Argentina memutuskan untuk melakukan intervensi di pasar mata uang. Salah satunya dengan menerapkan pengontrolan mata uang (currency controls) yang bertujuan untuk menstabilkan pasar keuangan. 

Baca Juga: Lebanon deklarasikan ekonomi negara dalam keadaan darurat, apa yang terjadi?

Kebijakan yang hanya berlaku sementara waktu ini, diumumkan pada Minggu (1/9). Melalui currency control, hal itu memungkinkan pemerintah untuk melarang pembelian mata uang asing akibat anjloknya nilai tukar mata uang peso yang super sensitif. 

Dengan demikian, seluruh perusahaan harus mengajukan izin dari bank sentral Argentina untuk menjual peso dan membeli mata uang asing jika ingin melakukan transfer dana ke luar negeri. Sementara, warga Argentina individu hanya diperbolehkan membeli dollar dengan nilai yang tidak lebih dari US$ 10.000 per bulan. 

Dalam buletin pemerintah yang dirilis Minggu, pemerintah Argentina mengatakan currency control sangat penting dilakukan untuk memastikan perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. 

Baca Juga: Sembilan sinyal resesi Amerika ini kembali menyala merah

Kebijakan terbaru ini menyusul pengumuman yang mengejutkan pada Rabu pekan lalu bahwa Argentina akan menunda pembayaran utangnya senilai US$ 100 miliar. Lembaga pemeringkat kredit S&P mengklasifikasikan hal ini sebagai default berdasarkan kriterianya sendiri.

Kebijakan yang akan diberlakukan hingga akhir tahun ini merupakan kebijakan yang mengejutkan dari Presiden Mauricio Macri.

Tidak lama setelah memulai masa jabatannya pada Desember 2015, Macri tiba-tiba menghapus kontrol modal yang diberlakukan secara ketat sejak 2011.

Pemerintahan Macri dan bank sentral berusaha untuk menopang kepercayaan di pasar keuangan menjelang pemilihan presiden pada 27 Oktober mendatang.

Argentina dan IMF 



TERBARU

[X]
×