Rancangan Sanksi AS untuk Rusia Hampir Selesai, Ini Bocorannya

Senin, 31 Januari 2022 | 13:39 WIB Sumber: Reuters
Rancangan Sanksi AS untuk Rusia Hampir Selesai, Ini Bocorannya

ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu untuk KTT AS-Rusia di Villa La Grange di Jenewa, Swiss, 16 Juni 2021.


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Rusia harus bersiap menerima sanksi baru dari AS setelah para senator hampir mencapai kesepakatan pada Minggu (30/1). Sanksi yang diberikan AS ini tidak lepas dari tindakan keras Rusia terhadap Ukraina.

Dua Senator AS, Bob Menendez dari Demokrat dan James Risch asal Republik mengatakan, RUU sanksi Rusia diharapkan bisa selesai minggu ini.

"Saya menggambarkannya, kita berada di garis satu yard (menuju sanksi). Ada tekad kuat bipartisan untuk mendukung Ukraina dan menghukum Rusia jika menyerang Ukraina," kata Menendez, dalam wawancaranya dengan CNN.

Dikutip dari Reuters, para pejabat senior Biden akan mengadakan pengarahan rahasia untuk semua senator AS pada Kamis (3/2) nanti. Para pemimpin Kongres juga telah meminta perincian tentang pertemuan tersebut.

Baca Juga: Pasokan Rudal dan Peluncur Roket Javelin dari AS Tiba di Ukraina

Pengerahan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina selama beberapa bulan terakhir membuat AS dan sekutunya di NATO cemas. Terlebih lagi, Rusia telah menuntut NATO untuk menarik pasukan dan senjata dari Eropa Timur dan mendesak agar NATO tidak menerima Ukraina sebagai anggotanya.

Dari Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskiy jelas menyambut baik dukungan keamanan dari negara-negara Barat. Di sisi lain, Zelenskiy mengkritik Barat karena dianggap menunda pemberian sanksi terhadap Rusia.

Isi sanksi AS untuk Rusia

Secara umum, sanksi AS terhadap Rusia akan menargetkan bank-bank Rusia yang memiliki peran paling penting dan utang negara Rusia. RUU juga akan mengizinkan AS untuk memberikan lebih banyak bantuan militer Ukraina.

Reuters melaporkan, beberapa sanksi dalam RUU tersebut dapat berlaku sebelum invasi apa pun. Menurut senat AS, beberapa aksi Rusia seperti serangan dunia maya ke Ukraina hingga operasi bendera palsu adalah beberapa upaya untuk melemahkan pemerintahan Ukraina.

Baca Juga: Tegur Rusia, Erdogan: Kami Siap Bertindak Apapun Jika Ukraina Diserang

Senat AS juga membuka peluang adanya sanksi yang lebih berat di masa mendatang jika nantinya Rusia benar-benar menyerang Ukraina. Sampai hal itu terjadi, bantuan militer dari AS ke Ukraina akan terus mengalir.

Pengesahan RUU sanksi ini masih terganjal oleh pipa gas alam Nord Stream 2. Para senator dari kedua partai masih berbeda pendapat, apakah akan menjatuhkan sanksi pada pipa gas tersebut.

Duta Besar Ukraina untuk AS Oksana Markarova menyambut baik rancangan sanksi yang sedang dikerjakan. Markarova meminta dua bentuk sanksi untuk disahkan, yaitu sanksi yang berlaku saat ini dan sanksi yang diberikan setelah invasi.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru