Sumber: Reute | Editor: Sanny Cicilia
LONDON. Royal Bank of Scotland Plc (RBS) berencana menyiapkan unit "bank rugi" untuk memagari aset-asetnya yang berisiko tinggi. Ini demi mempercepat privatisasi bank tersebut.
Pemerintah Inggris ingin segera mencabut kepemilikannya di RBS dan bank rival lain, Lloyds Banking Group . Keduanya mendapat suntikan dana penyelamatan sekitar £ 66 miliar (US$ 106 miliar) di tahun 2008.
"Saya rasa, pemisahan aset buruk akan mempermudah penjualan bank dan mendapatkan kembali uang negara," kata George Osborne, Menteri Keuangan Inggris, pada BBC Radio, Jumat (1/11). Penjualan mungkin baru bisa dilakukan setelah pemilu kepala pemerintahan tahun 2015.
Pemerintah Inggris mulai menjual Llyods di awal tahun ini dengan mengantongi untung. Namun, menjual kepemilikan 81% saham RBS merupakan tantangan. Harga RBS terus merosot. Jika menjual di harga saat ini, Pemerintah Inggris merugi € 14 miliar.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
