Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - MADRID. Konflik antara Real Madrid dan Presiden LaLiga Javier Tebas kembali memanas. Klub raksasa Spanyol tersebut mendesak Tebas mengundurkan diri setelah ia membandingkan narasi yang disampaikan manajemen klub dengan metode propaganda Partai Nazi di Jerman.
Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2026), Tebas sebelumnya melontarkan kritik melalui media sosial terhadap pemberitaan dan komunikasi yang dilakukan manajemen Real Madrid. Ia menilai Real Madrid TV turut membentuk narasi tertentu terkait keputusan wasit dalam pertandingan klub tersebut.
Dalam unggahannya, Tebas menulis, "Manajemen Real Madrid mengarahkan sebuah orkestra yang terdiri dari para corong, sementara Real Madrid TV memimpin nyanyiannya."
Presiden LaLiga itu merespons artikel dari dua jurnalis yang menyebut dirinya dan LaLiga bertindak bertentangan dengan kepentingan Real Madrid. Tebas menuding penulis artikel di surat kabar El Debate memperkuat pesan yang mewakili kepentingan manajemen klub tersebut.
Reuters telah meminta El Debate memberikan tanggapan terkait persoalan ini.
Baca Juga: Iran Masih Ekspor LPG dan Avtur Meski Diblokade Angkatan Laut AS
Tebas kemudian mengkritik pemberitaan Real Madrid TV mengenai keputusan wasit dalam pertandingan klub. Menurut dia, media tersebut berulang kali menyoroti insiden yang menguntungkan Real Madrid dan membangun persepsi bahwa klub dirugikan.
"Narasi mereka selalu sama: memilih kejadian yang sesuai dengan kepentingan mereka, mengulangi keluhan, memupuk kecurigaan, dan menunjuk pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh," tulis Tebas.
Ia melanjutkan, "Metode tersebut mengingatkan pada mekanisme propaganda yang digunakan oleh Goebbels, Menteri Propaganda Jerman Nazi."
Tebas menegaskan bahwa perbandingan tersebut ditujukan pada teknik propaganda, bukan pada ideologi tertentu maupun pendukung Real Madrid.
"Perbandingan ini ditujukan pada teknik propaganda tersebut, bukan pada suatu ideologi atau, tentu saja, basis pendukung Madridista," tambahnya.
Real Madrid Sebut Pernyataan Tebas Tidak Dapat Ditoleransi
Real Madrid merespons pernyataan tersebut dengan mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (16/10/2026). Klub itu menuntut Tebas segera mengundurkan diri dari jabatan Presiden LaLiga dan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol atau Royal Spanish Football Federation.
Baca Juga: Defisit Anggaran AS Tembus US$ 1,99 Triliun pada 2026, Tertinggi dalam Lima Tahun
Real Madrid menilai penggunaan perbandingan dengan metode propaganda rezim Nazi untuk menyerang klub, manajemen, dan stasiun televisinya merupakan tindakan yang sangat serius.
Dalam pernyataannya, klub tersebut menyebut tindakan Tebas sebagai sesuatu yang "tidak dapat ditoleransi dan sangat serius".
Real Madrid juga menilai perilaku Tebas yang berulang kali melontarkan kritik menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan dalam menjalankan tanggung jawab kelembagaan.
"Perilaku Tebas yang berulang kali dilakukan menunjukkan kurangnya netralitas, rasa hormat, dan ketidakberpihakan yang tidak sesuai dengan tanggung jawab kelembagaannya," demikian pernyataan Real Madrid.
Klub tersebut turut mempersoalkan tindakan Tebas yang dinilai mengaitkan Real Madrid dengan pernyataan atau opini jurnalis yang tidak memiliki hubungan langsung dengan klub.
"Tidak dapat diterima bahwa ia bahkan memanfaatkan pertanyaan, informasi, atau opini dari jurnalis yang tidak terkait dengan klub untuk mengarahkan tuduhannya kepada kami, dengan mengaitkan kami dengan tindakan pihak ketiga yang bukan menjadi tanggung jawab kami," lanjut pernyataan tersebut.
Baca Juga: Trump Tangguhkan Sejumlah Sanksi dan Tarif terhadap Rusia, Ini Alasannya
Perseteruan Real Madrid dan Presiden LaLiga Berlanjut
Perselisihan terbaru ini memperpanjang konflik antara Real Madrid dan Tebas yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Pada September 2026, Real Madrid juga meminta LaLiga memiliki presiden baru. Desakan tersebut muncul setelah Tebas menyebut keluhan Real Madrid mengenai keputusan wasit sebagai "pengalihan perhatian" dari kelemahan tim di lapangan.
Tebas, 64 tahun, menjabat sebagai Presiden LaLiga sejak 2013. Ia dipilih oleh 42 klub profesional yang berkompetisi di dua divisi teratas sepak bola Spanyol.
Pada 2023, Tebas kembali terpilih tanpa pesaing untuk melanjutkan masa jabatannya hingga 2027.
Pernyataan Real Madrid yang menuntut pengunduran diri Tebas juga muncul beberapa jam setelah LaLiga mengonfirmasi bahwa Real Madrid menjadi salah satu dari enam klub yang akan duduk dalam Komite Eksekutif LaLiga pada musim ini.














