kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45959,76   16,42   1.74%
  • EMAS945.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Regulator Uni Eropa: Hati-hati terhadap vaksin Sputnik V Rusia


Senin, 08 Maret 2021 / 10:47 WIB
Regulator Uni Eropa: Hati-hati terhadap vaksin Sputnik V Rusia
ILUSTRASI. Seorang pejabat senior European Medicines Agency (EMA) mendesak anggota Uni Eropa pada hari Minggu (7/3/2021) untuk berhati-hati dan menahan diri dalam memberikan persetujuan nasional untuk vaksin Covid-19 Rusia Sputnik V. REUTERS/Maxim Shemetov

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Seorang pejabat senior European Medicines Agency (EMA) mendesak anggota Uni Eropa pada hari Minggu (7/3/2021) untuk berhati-hati dan menahan diri dalam memberikan persetujuan nasional untuk vaksin Covid-19 Rusia Sputnik V. Ini karena badan tersebut tengah meninjau keamanan dan keefektifannya.

"Kami membutuhkan dokumen yang dapat kami tinjau ulang. Kami juga saat ini tidak memiliki data ... tentang orang yang divaksinasi. Tidak diketahui. Itu sebabnya saya akan segera menyarankan agar tidak memberikan otorisasi darurat nasional," jelas Kepala Dewan Pengelola EMA Christa Wirthumer-Hoche saat acara bincang-bincang dengan radio Austria ORF seperti yang dilansir Reuters.

Dia juga bilang, "Kami dapat memiliki Sputnik V di pasar, di sini di masa mendatang, ketika data yang sesuai telah ditinjau. Tinjauan bergulir telah dimulai sekarang di EMA." 

“Paket data yang berasal dari produsen vaksin Rusia tentu saja akan ditinjau sesuai standar Eropa untuk kualitas, keamanan dan kemanjuran. Jika semuanya terbukti maka itu juga akan disahkan di Uni Eropa,” tambahnya.

Baca Juga: Survei: Banyak orang Rusia percaya virus corona adalah senjata biologis

Reuters memberitakan, Sputnik V telah disetujui atau sedang dinilai untuk persetujuan di tiga negara anggota UE yakni  Hongaria, Slovakia dan Republik Ceko. Pejabat UE mengatakan Brussel dapat memulai negosiasi dengan pembuat vaksin jika setidaknya empat negara anggota memintanya.

Wirthumer-Hoche mengatakan Komite EMA untuk Produk Obat untuk Penggunaan Manusia (CHMP) akan mengadakan pertemuan luar biasa pada 11 Maret untuk meninjau vaksin Covid-19 Johnson & Johnson untuk digunakan di UE.

Baca Juga: Presiden Venezuela Maduro sebut vaksin Covid-19 buatan Rusia paling aman

"Kami mengharapkan penilaian positif dan Komisi (Eropa) akan segera memberikan otorisasi," imbuhnya.

 

Selanjutnya: Rusia: Pembicaraan soal pengadaan vaksin corona Sputnik V dengan Indonesia berlanjut

 




TERBARU

[X]
×