kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.33%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Regulator Uni Eropa izinkan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna untuk remaja


Jumat, 23 Juli 2021 / 21:22 WIB
Regulator Uni Eropa izinkan penggunaan vaksin Covid-19 Moderna untuk remaja
ILUSTRASI. Vaksin Moderna. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Uni Eropa mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 produksi Moderna pada remaja usia 12 tahun hingga 17 tahun setelah mendapatkan persetujuan regulator. Vaksin ini menjadi vaksin kedua yang diizinkan untuk digunakan pada remaja.

Mengutip Reuters, Jumat (23/7), European Medicine Agency (EMA) mengatakan, penggunaan vaksin, Spikevax akan sama pada remaja seperti pada orang di atas 18 tahun. 
EMA menambahkan, suntikan tersebut menghasilkan respons antibodi yang sebanding dengan yang terlihat pada orang berusia 18 tahun hingga 25 tahun.

Memvaksinasi anak-anak telah dianggap penting untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dan mengingat varian Delta yang sangat menular. 

Moderna pada Mei mengatakan vaksinnya terbukti aman dan efektif pada remaja.

Baca Juga: Tiga perempat kasus baru Covid-19 Singapura sudah divaksinasi

EMA mengatakan vaksin dua dosis itu diberikan dengan selang waktu empat minggu, dan rekomendasi komite obat-obatan manusia didasarkan pada penelitian terhadap 3.732 peserta.

Sebagian besar anak dengan Covid-19 hanya mengalami gejala ringan atau tidak sama sekali. Namun anak-anak tetap berisiko menjadi sakit parah dan dapat menyebarkan virus. 

Vaksin Pfizer dan mitra Jerman BioNTech telah disetujui untuk digunakan remaja pada bulan Mei.

Regulator mengatakan efek samping yang umum pada remaja setelah vaksinasi dengan Spikevax mirip dengan yang terlihat pada orang tua. 
Tetapi karena ukuran penelitian yang lebih kecil, percobaan tidak dapat mendeteksi efek samping baru yang tidak biasa atau memperkirakan risiko yang diketahui seperti miokarditis dan perikarditis.

"Profil keamanan keseluruhan Spikevax yang ditentukan pada orang dewasa dikonfirmasi dalam studi remaja; CHMP (Komite Produk Obat untuk Penggunaan Manusia) oleh karena itu menganggap bahwa manfaat Spikevax pada anak-anak berusia 12 hingga 17 lebih besar daripada risikonya, "kata EMA.

Peradangan jantung seperti miokarditis dan perikarditis telah terdaftar oleh EMA sebagai kemungkinan, tetapi efek samping yang jarang dari penggunaan vaksin mRNA seperti Moderna dan Pfizer pada orang dewasa.

Spikevax sudah digunakan di Uni Eropa untuk orang di atas 18 tahun, dan di Amerika Serikat dan Kanada. Perusahaan juga telah meminta otorisasi di Amerika Serikat dan Kanada untuk digunakan pada remaja.

Persetujuan resmi dari Komisi Eropa akan diperlukan untuk mulai meluncurkan vaksin untuk remaja.

Selanjutnya: Inilah jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia & efek samping yang terjadi

 




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×