kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Reklamasi laut China


Kamis, 02 April 2015 / 11:34 WIB
Reklamasi laut China
ILUSTRASI. Mari memasak menu lezat Ayam Geprek Mangga Muda. Tiru resepnya di bawah ini. Shopee/dapurijo_jkt


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Yudho Winarto

HONG KONG. Perseteruan untuk memperebutkan Laut China Selatan masih panas. China sedang membangun daratan di Johnson South. US Pacific Fleet Commander Adminral Harry Harris mengatakan, reklamasi China ini dilakukan dengan penambahan pasir di Laut China Selatan.

Harris mengatakan, China mengguyurkan pasir dan menambahkannya dengan beton. "China membangun lebih dari 4 kilometer persegi tanah buatan," kata Harris seperti dikutip BBC.

Dalam beberapa bulan terakhir, gambar konstruksi daratan di karang dekat Kepulauan Spartly ini makin kentara. Di daratan artifisial ini, China mengoperasikan buldoser dan kapal keruk.

Menanggapi laporan BBC soal reklamasi ini, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa langkah ini dapat dibenarkan karena menyangkut kedaulatan China. "Ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan pekerjaan bagi warga yang ditempatkan di pulau-pulau tersebut," kata Hua.

Selain China, Filipina, Vietnam dan Taiwan mengklaim kawasan Laut China Selatan sebagai wilayah negara masing-masing. Filipina telah melayangkan keluhan ke Pengadilan Arbitrase PBB.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×