kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Reklamasi laut China


Kamis, 02 April 2015 / 11:34 WIB
Reklamasi laut China
ILUSTRASI. Mari memasak menu lezat Ayam Geprek Mangga Muda. Tiru resepnya di bawah ini. Shopee/dapurijo_jkt


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Yudho Winarto

HONG KONG. Perseteruan untuk memperebutkan Laut China Selatan masih panas. China sedang membangun daratan di Johnson South. US Pacific Fleet Commander Adminral Harry Harris mengatakan, reklamasi China ini dilakukan dengan penambahan pasir di Laut China Selatan.

Harris mengatakan, China mengguyurkan pasir dan menambahkannya dengan beton. "China membangun lebih dari 4 kilometer persegi tanah buatan," kata Harris seperti dikutip BBC.

Dalam beberapa bulan terakhir, gambar konstruksi daratan di karang dekat Kepulauan Spartly ini makin kentara. Di daratan artifisial ini, China mengoperasikan buldoser dan kapal keruk.

Menanggapi laporan BBC soal reklamasi ini, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa langkah ini dapat dibenarkan karena menyangkut kedaulatan China. "Ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan pekerjaan bagi warga yang ditempatkan di pulau-pulau tersebut," kata Hua.

Selain China, Filipina, Vietnam dan Taiwan mengklaim kawasan Laut China Selatan sebagai wilayah negara masing-masing. Filipina telah melayangkan keluhan ke Pengadilan Arbitrase PBB.




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×