kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Resmi! Trump Kenakan Tarif 25% Barang Impor dari Meksiko & Kanada Mulai 4 Maret 2025


Jumat, 28 Februari 2025 / 11:16 WIB
Resmi! Trump Kenakan Tarif 25% Barang Impor dari Meksiko & Kanada Mulai 4 Maret 2025
ILUSTRASI. AS meningkatkan ketegangan perdagangan global setelah Trump umumkan pemberlakuan tarif 25% barang impor dari Meksiko dan Kanada mulai 4 Maret 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat kembali meningkatkan ketegangan perdagangan global setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif 25% terhadap barang impor dari Meksiko dan Kanada mulai 4 Maret 2025.

Selain itu, Trump juga menetapkan tambahan tarif 10% pada barang impor dari Tiongkok, yang menambah beban tarif sebelumnya sebesar 10%, sehingga totalnya mencapai 20%. Kebijakan ini diklaim sebagai respons terhadap terus mengalirnya narkotika, khususnya fentanyl, ke Amerika Serikat.

Latar Belakang Pemberlakuan Tarif Baru

Trump menegaskan bahwa lonjakan tarif ini merupakan langkah tegas untuk menekan peredaran fentanyl yang berasal dari Tiongkok, Meksiko, dan Kanada. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, ia menyatakan bahwa fentanyl masih masuk dalam jumlah yang "sangat tinggi dan tidak dapat diterima".

Baca Juga: Heboh! Beredar Video Deepfake Trump Cium Kaki Elon Musk, Pelaku Peretasan Diburu

"Saya tidak melihat adanya kemajuan yang cukup dari Meksiko dan Kanada dalam menekan peredaran obat-obatan terlarang ini," ujar Trump kepada awak media di Oval Office.

Kebijakan ini juga datang setelah administrasi Trump memutuskan untuk membekukan bantuan luar negeri, yang diyakini menghambat upaya global dalam memerangi perdagangan obat-obatan terlarang. Menurut Reuters, pembekuan bantuan ini menghambat rencana ekspansi program PBB yang bertujuan membantu Angkatan Laut Meksiko dalam menyaring kargo fentanyl.

Dampak Tarif terhadap Perdagangan Global

Kenaikan tarif ini semakin memperkeruh hubungan dagang antara AS, Tiongkok, Meksiko, dan Kanada. Sebelumnya, Trump telah mengenakan tarif 10% pada barang impor dari Tiongkok pada 4 Februari 2025. Dengan tambahan 10% baru ini, total tarif atas produk Tiongkok yang masuk ke AS mencapai 20%.

Menurut data Biro Sensus AS, total impor dari Tiongkok pada 2024 mencapai USD 439 miliar. Kenaikan tarif ini diperkirakan akan semakin membebani kedua negara, terutama karena ekonomi Tiongkok sedang mengalami perlambatan akibat krisis properti dan rendahnya permintaan domestik.

Dean Cheng, penasihat senior di U.S. Institute of Peace, menilai bahwa kebijakan tarif ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk merespons tantangan dari Tiongkok. "Ini seperti permainan catur, di mana semua bidak bergerak dalam strategi yang lebih besar," ujar Cheng.

Respons dari Tiongkok, Meksiko, dan Kanada

Hingga saat ini, pemerintah Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi terhadap kebijakan tarif terbaru Trump. Namun, pada kebijakan sebelumnya, Beijing telah memberlakukan tarif balasan sebesar 10% terhadap energi dan peralatan pertanian asal AS.

Baca Juga: Donald Trump Jual Visa ‘Gold Card’ Seharga US$5 Juta untuk Imigran Kaya

Meksiko dan Kanada juga mengambil langkah diplomasi untuk menanggapi kebijakan tarif ini. Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard, dijadwalkan bertemu dengan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, serta Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, pada 29 Februari hingga 1 Maret untuk mencari solusi guna menghindari dampak lebih lanjut terhadap ekonomi kedua negara.

Sementara itu, Menteri Keamanan Publik Kanada, David McGuinty, menegaskan bahwa negaranya telah melakukan langkah-langkah signifikan untuk memperketat keamanan perbatasan dan memerangi penyelundupan narkotika. "Bukti sudah jelas - kemajuan sedang dicapai," kata McGuinty dalam pernyataan resminya di Washington.

Potensi Dampak terhadap Ekonomi AS

Kenaikan tarif impor ini berisiko memperburuk inflasi di AS, terutama karena biaya barang impor yang lebih tinggi dapat mendorong kenaikan harga di dalam negeri. Namun, Trump menepis kekhawatiran ini dengan menyatakan bahwa tarif yang diberlakukan pada periode pertamanya tidak menyebabkan dampak negatif terhadap ekonomi AS.

"Saya rasa ini bukan tentang inflasi. Ini tentang keadilan. Dan sejauh ini, inflasi tidak terjadi, dan saya tidak melihat itu akan terjadi," kata Trump.

Namun, analis ekonomi memperingatkan bahwa dampak jangka panjang dari kebijakan ini bisa lebih kompleks. Selain meningkatkan ketegangan dengan mitra dagang utama, lonjakan tarif juga dapat mengganggu rantai pasok global dan mengurangi daya saing produk AS di pasar internasional.

Selanjutnya: MTLA Tambah Pembangunan Sekolah Al-Azhar di Proyek Residensial Metland Cibitung

Menarik Dibaca: Mudik Gratis 2025 bersama Pemerintah Jombang Dibuka! Ini Dia Jadwal & Cara Daftarnya



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×