kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.692.000   -2.000   -0,12%
  • USD/IDR 16.455   -90,00   -0,55%
  • IDX 6.485   -120,73   -1,83%
  • KOMPAS100 947   -17,38   -1,80%
  • LQ45 731   -16,06   -2,15%
  • ISSI 204   -1,87   -0,91%
  • IDX30 378   -10,17   -2,62%
  • IDXHIDIV20 460   -10,54   -2,24%
  • IDX80 107   -1,84   -1,69%
  • IDXV30 113   -1,14   -1,00%
  • IDXQ30 124   -3,16   -2,48%

Heboh! Beredar Video Deepfake Trump Cium Kaki Elon Musk, Pelaku Peretasan Diburu


Kamis, 27 Februari 2025 / 13:31 WIB
Heboh! Beredar Video Deepfake Trump Cium Kaki Elon Musk, Pelaku Peretasan Diburu
ILUSTRASI. Gempar insiden mengejutkan yang terjadi pada Senin (24/2) sebuah video menampilkan Donald Trump bersama Elon Musk dalam situasi yang sangat intim. REUTERS/Brian Snyder/File Photo


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Washington D.C. digemparkan oleh insiden mengejutkan yang terjadi pada Senin (24 Februari) lalu.

Para pegawai di Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (HUD) terkejut ketika layar televisi di kafetaria kantor mereka tiba-tiba menayangkan video deepfake yang mengganggu, menampilkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Elon Musk dalam situasi yang sangat intim.

Video yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) tersebut memperlihatkan Trump mengelus dan mencium kaki pendiri SpaceX tersebut. Dengan teks yang menyertainya bertuliskan "LONG LIVE THE REAL KING", video tersebut langsung menyita perhatian publik dan menimbulkan kegemparan di media sosial.

Peretas Telah Teridentifikasi, Ancaman Sanksi Hukum Mengintai

Setelah melakukan penyelidikan intensif, pihak berwenang berhasil melacak individu yang diduga bertanggung jawab atas serangan siber ini. Meskipun identitasnya belum dipublikasikan, seorang juru bicara HUD mengonfirmasi bahwa tersangka memiliki hubungan dengan departemen tersebut.

Baca Juga: Siapa Lazarus Group? Dalang di Balik Peretasan Bybit Senilai Rp 23 Triliun

"Kemarin, seorang individu telah dikawal keluar dari properti. Saat ini, kami sedang mengeksplorasi kemungkinan konsekuensi hukum yang dapat dijatuhkan," ujar juru bicara HUD kepada The New York Post pada Selasa (25 Februari) dikutip Unilad.

"Kami juga mempertimbangkan kemungkinan penghentian atau penangguhan layanan tertentu yang terkait dengan departemen," tambahnya.

Sejauh ini, belum diketahui bagaimana peretas tersebut berhasil mengambil alih sistem televisi HUD dan menayangkan video AI yang menghebohkan tersebut.

Reaksi Publik: Lucu, Mengganggu, dan Penuh Spekulasi

Video yang viral di media sosial ini menimbulkan berbagai reaksi. Jurnalis Vox, Rachel Cohen, menjadi salah satu yang pertama membagikan rekaman tersebut, yang langsung mendapat perhatian luas di Twitter.

Beberapa pengguna media sosial menganggap video tersebut "lucu namun menjijikkan". Sementara itu, beberapa pengamat dengan cepat menyadari bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa AI karena adanya kejanggalan, seperti Elon Musk yang tampak memiliki "dua kaki kiri".

Baca Juga: Bitcoin Longsor di Bawah US$85.000! Panik atau Peluang Emas untuk Trader?

Kelompok Demokrat di Komite Jasa Keuangan DPR AS bahkan turut bercanda mengenai insiden ini dengan menulis, "Tidak semua pahlawan memakai jubah."

Konteks Politik: Musk dan Perannya di Pemerintahan

Insiden ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap peran Elon Musk dalam pemerintahan, terutama terkait keterlibatannya dalam Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency - DOGE). Musk dikabarkan telah memangkas sejumlah posisi dalam pemerintahan sebagai bagian dari langkah efisiensi yang kontroversial.

Meskipun Gedung Putih menegaskan bahwa posisi Musk di DOGE bersifat sukarela dan ia tidak memiliki wewenang formal untuk mengambil keputusan pemerintah, tindakan Musk belakangan ini justru memperlihatkan sebaliknya.

Baru-baru ini, ia dikabarkan mengancam akan memecat pegawai federal yang tidak merespons emailnya dengan daftar lima pencapaian mereka dalam seminggu.

Donald Trump, yang memiliki hubungan dekat dengan Musk, menyatakan bahwa ide tersebut memiliki "banyak unsur kecerdasan".

Baca Juga: Bitcoin Masih bisa Anjlok! Trader Ramalkan Titik Terendah di US$70.000, Ini Sebabnya

Penegakan Hukum dan Dampak Insiden Ini

Pihak HUD telah mendapatkan kembali kendali atas sistem televisi mereka dan kini menayangkan kembali pencapaian politik Trump. Namun, insiden ini membuka diskusi luas mengenai keamanan siber di lembaga pemerintah dan ancaman penyebaran informasi palsu melalui teknologi AI.

Para pakar keamanan menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi terhadap serangan serupa di masa depan, terutama menjelang pemilihan presiden mendatang. Dengan semakin canggihnya teknologi deepfake, ancaman terhadap integritas informasi di ruang publik semakin nyata.

HUD dan pemerintah federal kini berada di bawah tekanan untuk mengungkap lebih lanjut bagaimana serangan ini dapat terjadi dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali.

Selanjutnya: Prabowo Bidik Ekonomi Tumbuh 8% di 2029, Konsumsi Rumah Tangga Naik 7,27%

Menarik Dibaca: Ternyata Ini Tips Pencahayaan untuk Ruangan agar Terlihat Lebih Nyaman



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×