Rudal Israel Kembali Hujani Suriah, Targetkan Kota Damaskus

Selasa, 07 Juni 2022 | 09:40 WIB Sumber: Arab News
Rudal Israel Kembali Hujani Suriah, Targetkan Kota Damaskus

ILUSTRASI. Bendera nasional Suriah berkibar saat gunung Qasioun terlihat di latar belakang dari Damaskus, Suriah. REUTERS / Omar Sanadiki

KONTAN.CO.ID - DAMASKUS. Rudal Israel kembali menghujani kota Damaskus, Suriah, pada hari Senin (6/6). Beruntung, sebagian besar rudal berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, melaporkan bahwa rudal berasal dari wilayah Golan yang diduduki Israel.

"Israel melakukan serangan udara dari Golan Suriah yang diduduki, menargetkan titik-titik di selatan Damaskus. Kerugiannya terbatas pada kerusakan material," kantor berita SANA melaporkan.

Baca Juga: Pengawas Nuklir PBB Minta Iran Jelaskan Keberadaan Tiga Situs Nuklir Rahasia

Bulan lalu, rudal jenis permukaan-ke-permukaan Israel juga meluncur ke Damaskus. Dilansir dari Arab News, lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan ada tiga perwira Suriah yang tewas dalam serangan tersebut.

Lembaga pemantau tersebut juga melaporkan bahwa serangan Israel sejauh ini secara umum menargetkan posisi aset Iran dan depot senjata di dekat Damaskus.

Sejak perang Suriah pecah pada tahun 2011, Israel tercatat telah melakukan ratusan serangan udara terhadap negara tersebut. Militer Israel menargetkan pasukan pemerintah serta pasukan sekutu yang didukung Iran, serta pejuang dari kelompok militan Syiah Lebanon Hizbullah.

Baca Juga: Presiden AS Joe Biden Berencana Kunjungi Arab Saudi, Ini Agendanya

Di luar itu, Israel juga telah melalukan ratusan serangan individu meskipun jarang memberikan komentar langsung terkait serangan-serangan tersebut.

Perang Suriah diperkirakan telah menewaskan hampir setengah juta orang dan memaksa sekitar setengah dari populasi negara itu kabur dari tempat tinggal mereka.

Salah satu tujuan operasi militer Israel di Suriah adalah untuk mencegah musuh bebuyutannya, yaitu Iran, untuk hadir lebih dekat dengan Israel.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru