kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Rugi tiga tahun berturut-turut, Qinghai Salt terancam delisting dari bursa Shenzhen


Senin, 13 Januari 2020 / 14:44 WIB
Rugi tiga tahun berturut-turut, Qinghai Salt terancam delisting dari bursa Shenzhen
ILUSTRASI. Ilustrasi bursa Shenzhen.

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Perusahaan China Qinghai Salt Lake Potash Co Ltd, produsen kalium terbesar di China memperkirakan kerugian tahunan ketiga berturut-turut, yang berisiko delisting perusahaan dari Bursa Efek Shenzhen.

Mengutip Reuters Senin (13/1), dalam pengajuan bursa saham pada Sabtu (11/1), perusahaan milik negara itu memperkirakan kerugian operasional untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Desember 2019, tetapi menjelaskan bahwa data keuangan terkait dengan perkiraan kinerjanya masih belum diaudit.

Investor di perusahaan tersebut, termasuk Sinochem Group, konglomerat minyak dan kimia.

Baca Juga: Bursa Asia menguat, disokong optimisme penandatanganan kesepakatan dagang AS-China

Qinghai Salt Lake mengatakan pihaknya memperkirakan akan membukukan rugi bersih sekitar CNY 43,2 miliar dan CNY 47,2 miliar (US$ 6,26 miliar-US$ 6,84 miliar) pada 2019, lebih besar dari tahun 2018 yang sebesar CNY 3,45 miliar.

"Alasan utama kerugian perusahaan adalah karena proses reorganisasi kebangkrutan, menyebabkan kerugian yang diperkirakan dari pelepasan aset," kata Qinghai Salt Lake dalam pernyataan yang dikutip Reuters Senin (13/1).

Produsen kalium yang merupakan garam kaya kalium yang ditambang dari cadangan bawah tanah dan sebagian besar digunakan sebagai pupuk di industri pertanian ini, sebelumnya mengatakan bahwa perusahaan akan dihapus dari daftar bursa jika melaporkan kerugian bersih hingga tiga tahun berturut-turut.

Perusahaan telah mengajukan kebangkrutan kepada pengadilan provinsi Qinghai pada September dan menghentikan perdagangan sahamnya pada November.

Baca Juga: Trump berharap kesepakatan dagang dengan China segera ditekan setelah 15 Januari

Perusahaan yang berbasis di provinsi Qinghai itu gagal menjual asetnya dalam beberapa putaran lelang di situs e-commerce Taobao China dalam upaya mengumpulkan dana.

Qinghai Salt dalam pernyataannya menambahkan bahwa setelah putaran keenam lelang, perusahaan akan menjual asetnya kepada Qinghai Huizin Asset Management Co,Ltd sebesar CNY 3 miliar.




TERBARU

Close [X]
×