Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah memimpin pelemahan di antara mata uang Asia pada Kamis (23/4/2026), seiring meningkatnya tekanan eksternal di pasar keuangan global.
Melansir Reuters, data perdagangan pada 0211 GMT menunjukkan, rupiah berada di level Rp17.270 per dolar AS, melemah 0,58% dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.170. Pelemahan ini menjadi yang terdalam di kawasan pada hari tersebut.
Baca Juga: Korea Utara-Rusia Segera Buka Jembatan Jalan Baru, Perkuat Kerja Sama
Di antara mata uang lainnya, peso Filipina juga mengalami tekanan cukup besar dengan penurunan 0,50%. Sementara baht Thailand dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,14% dan 0,13%.
Sebaliknya, beberapa mata uang mencatat penguatan tipis terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,05%, dolar Taiwan naik 0,13%, dan yuan China terapresiasi 0,05%. Won Korea Selatan juga menguat tipis 0,04%.
Secara year-to-date (ytd) sepanjang 2026, rupiah telah terdepresiasi sekitar 3,47%, menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan. Tekanan lebih dalam dialami rupee India yang melemah 4,18% sejak awal tahun.
Baca Juga: Selandia Baru: Lonjakan Harga Minyak Tunda Pemulihan Ekonomi, Tapi Tak Gagalkan
Sementara itu, mata uang yang mencatat penguatan sepanjang tahun ini antara lain ringgit Malaysia yang naik 2,55%, yuan China menguat 2,38%, serta dolar Singapura yang terapresiasi 0,78%.
Pergerakan mata uang Asia saat ini masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait konflik geopolitik dan lonjakan harga energi yang menekan sentimen investor di emerging markets.













