kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.899   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.053   21,99   0,36%
  • KOMPAS100 781   5,76   0,74%
  • LQ45 599   5,13   0,86%
  • ISSI 211   0,12   0,06%
  • IDX30 333   2,63   0,80%
  • IDXHIDIV20 425   3,23   0,76%
  • IDX80 89   0,61   0,69%
  • IDXV30 116   0,58   0,50%
  • IDXQ30 109   0,94   0,87%

Rusia Genjot Pengiriman Gandum via Baltik, Pasokan ke Indonesia Berpotensi Terkendala


Jumat, 09 Oktober 2026 / 09:53 WIB
Rusia Genjot Pengiriman Gandum via Baltik, Pasokan ke Indonesia Berpotensi Terkendala
ILUSTRASI. Negara Penghasil Gandum Terbesar di Dunia : Rusia (DOK/rostavprodukt.ru)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Rusia meningkatkan kapasitas tahunan penanganan ekspor gandum melalui pelabuhan Laut Baltik menjadi 23,5 juta ton pada Oktober 2026, dari 8,6 juta ton pada Juli 2026.

Peningkatan ini dilakukan di tengah gangguan pengiriman melalui Laut Hitam akibat konflik Rusia dan Ukraina.

Mengutip Reuters, Kamis (8/10/2026), perkiraan tersebut disampaikan Alexei Romashin, eksekutif senior Russian Railways, dalam sebuah konferensi di Moskow.

Dengan demikian, kapasitas penanganan ekspor gandum melalui pelabuhan Baltik meningkat sekitar 173% dalam tiga bulan.

Baca Juga: Kabut Asap dari Indonesia, Malaysia Tutup Sekolah di Sejumlah Wilayah

Wakil Menteri Pertanian Rusia Maxim Borovoi mengatakan, pelabuhan-pelabuhan di Laut Baltik berpotensi menangani volume gandum sebanyak total pengiriman sepanjang musim lalu hanya dalam Oktober tahun ini.

Rusia dan Ukraina, yang merupakan produsen sekaligus eksportir utama gandum dunia, dalam beberapa bulan terakhir saling menyerang terminal biji-bijian dan kapal di Laut Hitam.

Kondisi ini mendorong Rusia mengalihkan sebagian pengiriman gandumnya ke pelabuhan di kawasan Baltik.

Analis memperkirakan, porsi ekspor gandum Rusia yang dikirim melalui pelabuhan Baltik mencapai sekitar 60% pada September 2026. Volume pengiriman melalui jalur tersebut diperkirakan kembali meningkat pada Oktober.

Namun, pengalihan rute tersebut belum mampu mengimbangi penurunan ekspor gandum Rusia secara keseluruhan. Ekspor Rusia pada September tercatat merosot lebih dari 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini memicu penumpukan stok dan kejatuhan harga gandum di pasar domestik Rusia.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Jumat (9/10), Trump Buka Peluang Perundingan dengan Iran

Pengiriman melalui Baltik meningkat

Rusia berupaya memaksimalkan pelabuhan Baltik yang sebelumnya hanya menangani sekitar 2% ekspor gandum negara tersebut pada musim lalu.

Selain memiliki kapasitas yang belum termanfaatkan secara optimal, Rusia juga mengonversi sejumlah terminal pupuk dan batubara agar dapat digunakan untuk menangani pengiriman gandum.

Dmitry Rylko, Kepala Konsultan Ikar mengatakan, peningkatan volume pengiriman di kawasan Baltik merupakan hasil kerja sama pemerintah dan pelaku usaha di tengah penurunan tajam pengiriman dari Rusia bagian selatan.

Rylko memperkirakan ekspor gandum Rusia pada Oktober mencapai 3 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,8 juta ton diperkirakan dikirim melalui pelabuhan Baltik, meningkat dari 1,4 juta ton dari total ekspor 2,5 juta ton pada September.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Jumat (9/10), Rupiah Menguat Tipis

Sementara itu, analis perusahaan operator kereta api Rusagrotrans memperkirakan ekspor gandum Rusia pada September mencapai 2,7 juta ton, dengan sekitar 60% di antaranya melalui pelabuhan Baltik.

Mereka memperkirakan pengiriman gandum melalui kawasan tersebut akan meningkat 300.000 ton hingga 400.000 ton pada Oktober.

Meski demikian, peningkatan lebih lanjut masih bergantung pada kapasitas jaringan kereta api, termasuk ketersediaan gerbong untuk mengangkut gandum menuju pelabuhan.

Ksenia Bolomatova, Direktur Eksekutif Union of Grain Exporters and Producers Rusia mengatakan, Rusia masih dapat memasok pelanggan utamanya melalui Laut Baltik. Namun, pengiriman ke negara yang lebih jauh, termasuk Indonesia, berpotensi menghadapi kendala.

Sebagai perbandingan, data konsultan Sovecon menunjukkan Rusia mengekspor 4,6 juta ton gandum pada September dan 5,1 juta ton pada Oktober tahun lalu.

Baca Juga: Pengembang China Tutup Kode Sumber ARTEX AI Usai Peretasan Bank Korea Selatan

Pengiriman lewat negara Baltik menghadapi tantangan

Di sisi lain, pengiriman gandum Rusia melalui sejumlah pelabuhan di Latvia dan Lithuania menghadapi ketidakpastian.

Kedua negara anggota Uni Eropa dan NATO tersebut menyatakan keinginan untuk menghentikan pengiriman gandum Rusia.

Pemerintah Latvia juga menyatakan akan menerapkan tarif sebesar 300% terhadap pengiriman terkait.

Meski demikian, sumber industri menyebut pengiriman masih berlangsung. Salah satu sumber mengatakan Latvia telah menambah pemeriksaan untuk memastikan gandum tidak berasal dari wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia, sehingga memperlambat proses pengiriman.

Data Union of Grain Exporters menunjukkan Pelabuhan Ust-Luga di Laut Baltik menangani lebih dari 30% total ekspor gandum Rusia pada September, atau sekitar 530.000 ton.

Baca Juga: Belajar dari 2015 dan 2019, Ini Rencana F1 Singapura Hadapi Kabut Asap

Pelabuhan Vysotsk menangani sekitar 20% pengiriman, sedangkan volume lebih kecil dikirim melalui Pelabuhan St. Petersburg.

Adapun Kaliningrad, wilayah enklave Rusia yang berada di antara negara-negara Uni Eropa, mengirimkan sekitar 40.000 ton gandum melalui jalur kereta api yang melintasi Lithuania.

Pengiriman melalui Laut Hitam masih berlangsung dalam volume terbatas. Sovecon memperkirakan pengiriman dari pelabuhan Tuapse dan Novorossiysk mencapai total 283.000 ton pada September.

Perubahan rute ekspor tersebut menunjukkan upaya Rusia mempertahankan akses ke pasar gandum global di tengah gangguan logistik dan ketegangan geopolitik.

Namun, keterbatasan transportasi darat dan hambatan di negara transit masih menjadi tantangan untuk memulihkan volume ekspor.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×