kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   20.000   0,71%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Rusia tolak banding dari mantan Marinir AS yang ditahan atas tuduhan mata-mata


Selasa, 04 Februari 2020 / 17:34 WIB
Mantan Marinir A.S. Paul Whelan, yang ditahan dan dituduh melakukan spionase, melihat keluar dari kandang terdakwa sebelum sidang di Moskow, Rusia pada 23 Agustus 2019.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pengadilan Rusia pada hari Selasa (4/2) menguatkan keputusan untuk menahan mantan Marinir Amerika Serikat (AS) A. Whelan untuk ditahan dan tengah menunggu persidangan karena tuduhan mata-mata atau spionase. 

Mengutip Reuters, Whelan, yang memegang paspor AS, Inggris, Kanada dan Irlandia ditahan pada Desember 2018 oleh otoritas Rusia. Ia dituduh sebagai mata-mata. Namun Whelan membantah tuduhan itu dan mengatakan ia dijebak.

Baca Juga: China berduka, korban tewas virus corona sudah menembus 400 jiwa

Whelan ditahan setelah menerima thumb drive yang berisi daftar semua karyawan agen rahasia negara Rusia. Pengacaranya mengatakan kliennya telah menerima tanpa sadar

Whelan bakal dihukum 10 tahun hingga 20 tahun penjara bila tuduhan mata-mata tersebut terbukti di persidangan.

Baca Juga: McGregor akan kurangi trash talk bila jadi tanding ulang lawan Khabib Nurmagomedov




TERBARU

[X]
×