kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ukraina Klaim Serang Terminal Minyak Rusia di Laut Hitam


Sabtu, 23 Mei 2026 / 22:25 WIB
Ukraina Klaim Serang Terminal Minyak Rusia di Laut Hitam
ILUSTRASI. Bendera Rusia dan Ukraina (Sergei Kholodilin/BelTA/Handout via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - KYIV. Militer Ukraina mengatakan pada hari Sabtu (23/5) bahwa mereka telah menyerang terminal minyak Sheskharis milik Rusia - salah satu yang terbesar di Laut Hitam - dan depot minyak Grushova di dekatnya.

Serangan semalam memicu kebakaran di terminal Sheskharis, kata staf umum Ukraina di aplikasi Telegram. Mereka juga mengatakan bahwa sebuah kapal tanker bernama Chrysalis terkena serangan di Laut Hitam.

Ukraina telah secara tajam meningkatkan jumlah dan skala serangannya terhadap fasilitas penyulingan dan transportasi minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir, dengan tujuan mengurangi pendapatan Rusia dari ekspor minyak dan gas, yang digunakan Kremlin untuk membiayai perangnya.

Komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, mengatakan pada hari Sabtu bahwa dalam 23 hari pertama bulan Mei, drone Ukraina telah menyerang 13 fasilitas minyak utama Rusia.

Baca Juga: Negosiasi Iran-AS Tunjukkan Kemajuan setelah Tiga Bulan Konflik

Awal pekan ini, Brovdi mengatakan bahwa enam dari 10 kilang minyak terbesar Rusia telah berhenti memproses minyak mentah setelah serangan Ukraina.

Reuters tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen.

Pabrik kimia dan kapal diserang

Zelenskiy mengatakan sebelumnya pada hari Sabtu bahwa drone Ukraina telah menyerang sebuah pabrik kimia besar Rusia, Metafrax Chemical, di wilayah Perm yang memasok produk ke kompleks militer Rusia.

Ia mengatakan pabrik tersebut telah berhenti beroperasi setelah serangan itu.

Dalam pesan terpisah di Telegram, Brovdi mengatakan bahwa pada Sabtu pagi drone Ukraina menyerang sebuah fregat militer Rusia dan sebuah kapal rudal hovercraft di dekat pangkalan angkatan laut Novorossiysk.

"Besarnya kerusakan belum diketahui," tambah Brovdi.

Baca Juga: CEO Nvidia Sebut Pasar CPU AI Bisa Tembus US$200 Miliar




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×