kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.897   15,00   0,08%
  • IDX 6.320   -54,10   -0,85%
  • KOMPAS100 826   -9,36   -1,12%
  • LQ45 628   -5,71   -0,90%
  • ISSI 218   -1,83   -0,83%
  • IDX30 351   -3,13   -0,88%
  • IDXHIDIV20 427   -2,47   -0,58%
  • IDX80 94   -1,01   -1,06%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,67%
  • IDXQ30 111   -0,74   -0,66%

Saham anjlok akibat isu kesehatan, Johnson&Johnson akan buyback saham Rp 72 triliun


Selasa, 18 Desember 2018 / 09:30 WIB
ILUSTRASI. Johnson and Johnson


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Setelah harga sahamnya anjlok, Johnson & Johnson mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham di pasar atau buyback. Tak tanggung-tanggung, perusahaan farmasi yang tengah tersandung kasus bedak bayi ini mengatakan akan melakukan buyback senilai US$ 5 miliar atau Rp 72,41 triliun.

Anggaran buyback tersebut terbilang tak cukup membuat impas valuasi saham J&J yang hilang US$ 40 miliar ketika jatuh kemarin akibat isu adanya kandungan asbes di bedak bayi produksinya, dan berpotensi menyebabkan kanker. Namun, dapat membangkitkan kepercayaan investor.

Saham J&J merosot 3% pada Senin (17/12), melanjutkan penurunan tajam 10% pada Jumat. 

Manajemen J&J mengatakan, tidak ada batas waktu dalam aksi korporasi buyback ini. Perusahaan juga bisa menghentikan langkah ini jika sudah dirasa cukup. 

Pamor J&J jatuh setelah Reuters memberitakan bahwa perusahaan, sejak tahun 1971 mengetahui ada kandungan asbes yang berbahaya dalam produk bedak bayi tabur Johnson Baby. 

Manajemen J&J menampik, bahwa sikap J&J yang mengetahui atau menyembunyikan informasi mengenai kandungan asbes tersebut, tidaklah benar. 

Chief Executive J&J Alex Gorsky dalam cuplikan wawancara dengan CNBC menampik tuduhan tersebut. "Kami benar-benar percaya bahwa bedak tabur kami tidak mengandung asbes," katanya. 

Kontribusi bedak tabur hanya menyumbang kurang dari 0,5% dari pendapatan J&J yang mencapai US$ 76,5 miliar pada tahun lalu. Tapi, bedak ini telah menguasai pangsa pasar bedak bayi selama lebih dari 100 tahun. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×