kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.730   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.431   60,77   0,95%
  • KOMPAS100 853   9,89   1,17%
  • LQ45 645   9,77   1,54%
  • ISSI 230   1,64   0,72%
  • IDX30 368   6,14   1,70%
  • IDXHIDIV20 454   6,82   1,52%
  • IDX80 98   1,16   1,20%
  • IDXV30 125   0,45   0,36%
  • IDXQ30 119   2,15   1,84%

Saham anjlok akibat isu kesehatan, Johnson&Johnson akan buyback saham Rp 72 triliun


Selasa, 18 Desember 2018 / 09:30 WIB
ILUSTRASI. Johnson and Johnson


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Setelah harga sahamnya anjlok, Johnson & Johnson mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham di pasar atau buyback. Tak tanggung-tanggung, perusahaan farmasi yang tengah tersandung kasus bedak bayi ini mengatakan akan melakukan buyback senilai US$ 5 miliar atau Rp 72,41 triliun.

Anggaran buyback tersebut terbilang tak cukup membuat impas valuasi saham J&J yang hilang US$ 40 miliar ketika jatuh kemarin akibat isu adanya kandungan asbes di bedak bayi produksinya, dan berpotensi menyebabkan kanker. Namun, dapat membangkitkan kepercayaan investor.

Saham J&J merosot 3% pada Senin (17/12), melanjutkan penurunan tajam 10% pada Jumat. 

Manajemen J&J mengatakan, tidak ada batas waktu dalam aksi korporasi buyback ini. Perusahaan juga bisa menghentikan langkah ini jika sudah dirasa cukup. 

Pamor J&J jatuh setelah Reuters memberitakan bahwa perusahaan, sejak tahun 1971 mengetahui ada kandungan asbes yang berbahaya dalam produk bedak bayi tabur Johnson Baby. 

Manajemen J&J menampik, bahwa sikap J&J yang mengetahui atau menyembunyikan informasi mengenai kandungan asbes tersebut, tidaklah benar. 

Chief Executive J&J Alex Gorsky dalam cuplikan wawancara dengan CNBC menampik tuduhan tersebut. "Kami benar-benar percaya bahwa bedak tabur kami tidak mengandung asbes," katanya. 

Kontribusi bedak tabur hanya menyumbang kurang dari 0,5% dari pendapatan J&J yang mencapai US$ 76,5 miliar pada tahun lalu. Tapi, bedak ini telah menguasai pangsa pasar bedak bayi selama lebih dari 100 tahun. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×