kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.154   -12,00   -0,07%
  • IDX 5.013   -85,52   -1,68%
  • KOMPAS100 645   -10,94   -1,67%
  • LQ45 510   -5,62   -1,09%
  • ISSI 168   -3,73   -2,17%
  • IDX30 287   -1,97   -0,68%
  • IDXHIDIV20 387   -1,10   -0,28%
  • IDX80 75   -1,14   -1,50%
  • IDXV30 108   0,25   0,23%
  • IDXQ30 97   -0,66   -0,68%

Saham Bank dan Energi Naik, Bursa Australia Sentuh Level Tertinggi 7 Pekan


Jumat, 30 Oktober 2026 / 08:34 WIB
Saham Bank dan Energi Naik, Bursa Australia Sentuh Level Tertinggi 7 Pekan
ILUSTRASI. Bursa Australia - ASX (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat pada perdagangan Jumat (30/10/2026) dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tujuh pekan.

Kenaikan indeks ditopang penguatan saham sektor perbankan dan energi, meski saham perusahaan ritel bahan pangan Coles anjlok lebih dari 10% setelah kinerja pendapatannya meleset dari ekspektasi analis.

Mengutip Reuters, indeks S&P/ASX 200 naik 1,1% ke level 8.992,60 pada pukul 00.17 GMT. Indeks acuan tersebut mencapai posisi tertinggi sejak 8 September 2026.

Baca Juga: Berkat OpenAI, Microsoft Raup Rp181,7 Triliun dalam Tiga Bulan

Secara bulanan, indeks S&P/ASX 200 telah menguat lebih dari 2% dan berada di jalur untuk mencatat kinerja bulanan terbaik dalam tiga bulan terakhir.

Pelaku pasar kini mencermati keputusan kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) yang dijadwalkan pada 3 November 2026.

Perhatian investor meningkat setelah Federal Reserve Amerika Serikat dan Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuannya pada pekan ini.

Di pasar swap, peluang RBA menaikkan suku bunga untuk kelima kalinya pada pekan depan diperkirakan sekitar 43%.

Sementara itu, probabilitas bank sentral Australia mengambil kebijakan yang lebih hawkish pada pertemuan Desember mencapai lebih dari 80%.

Di tengah penguatan pasar, saham Coles menjadi pemberat utama. Saham operator supermarket terbesar kedua di Australia tersebut merosot lebih dari 10% setelah melaporkan pendapatan kuartal I yang sedikit di bawah perkiraan analis.

Baca Juga: Korea Selatan Peringatkan Ancaman Rudal Korut di Forum Pertahanan ASEAN

Penurunan tersebut membuat saham Coles berada di jalur untuk mencatat pelemahan harian terdalam sepanjang sejarah perdagangan sahamnya.

Tekanan juga menjalar ke indeks sektor barang konsumsi primer atau consumer staples, yang sempat turun hingga 4% dan menuju kinerja terburuk sejak akhir April.

Sebaliknya, sektor keuangan menguat 1,3% dan menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga bulan. Kenaikan terjadi menjelang rilis laporan keuangan sejumlah bank pada pekan depan.

Empat bank besar Australia atau Big Four mencatat kenaikan saham antara 0,9% hingga 1,2%. Sektor keuangan juga berada di jalur untuk membukukan kinerja bulanan terbaik sejak Februari 2026.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Butuh 15 Gol Lagi untuk Cetak 1.000 Gol Sepanjang Karier

Saham sektor energi turut menguat hingga 2,2%, seiring harga minyak yang bertahan di atas US$ 100 per barel. Saham Santos, Woodside Energy, dan Origin Energy masing-masing naik antara 1% hingga 1,9%.

Sementara itu, saham pertambangan melemah 0,3% mengikuti penurunan harga tembaga. Meski demikian, sektor tersebut masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan pertama dalam sembilan pekan terakhir.

Dari Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik 0,3% ke level 13.752,85. Indeks tersebut berada di jalur untuk mencatat penguatan harian terbaik dalam lebih dari sepekan.

Anggota Komite Kebijakan Moneter Reserve Bank of New Zealand, Karen Silk, mengatakan langkah kebijakan yang lebih hawkish pada Desember dapat dibenarkan apabila tekanan inflasi masih berlanjut.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×