kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.125   -41,00   -0,23%
  • IDX 5.019   -78,90   -1,55%
  • KOMPAS100 646   -9,79   -1,49%
  • LQ45 510   -5,27   -1,02%
  • ISSI 168   -3,32   -1,94%
  • IDX30 287   -2,02   -0,70%
  • IDXHIDIV20 387   -1,39   -0,36%
  • IDX80 75   -1,01   -1,33%
  • IDXV30 108   -0,02   -0,02%
  • IDXQ30 97   -0,69   -0,70%

Korea Selatan Peringatkan Ancaman Rudal Korut di Forum Pertahanan ASEAN


Jumat, 30 Oktober 2026 / 08:31 WIB
Korea Selatan Peringatkan Ancaman Rudal Korut di Forum Pertahanan ASEAN
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan uji coba rudal. (KCNA/NULL)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Menteri Pertahanan Korea Selatan Kang Shin-chul memperingatkan ancaman rudal Korea Utara terhadap keamanan Semenanjung Korea dan kawasan Asia.

Peringatan tersebut disampaikan saat menghadiri pertemuan para menteri pertahanan negara-negara ASEAN dan mitra dialognya di Filipina, Kamis (29/10).

Pernyataan Kang disampaikan setelah Korea Utara meluncurkan sekitar selusin rudal balistik jarak pendek dari wilayah Wonsan menuju Laut Timur pada hari yang sama.

Peluncuran tersebut terjadi ketika para menteri pertahanan tengah berkumpul dalam forum ASEAN Defence Ministers' Meeting-Plus (ADMM-Plus).

“Pada saat ini, Korea Utara mengancam Semenanjung Korea dan keamanan kawasan dengan meluncurkan sejumlah rudal,” kata Kang dalam sesi pleno ADMM-Plus, dikutip dari Yonhap.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik ke Arah Laut di Lepas Pantai Timur

Korea Selatan Soroti Insiden Ranjau di Perbatasan

Selain peluncuran rudal, Kang menyinggung ledakan ranjau di sebelah selatan Garis Demarkasi Militer atau Military Demarcation Line (MDL) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan.

Ledakan pada 21 September tersebut melukai tiga tentara Korea Selatan. Dua di antaranya mengalami luka serius.

Seoul menuding Korea Utara bertanggung jawab atas insiden itu, tetapi Pyongyang membantah keterlibatannya.

Kang menyebut insiden tersebut sebagai provokasi dan pelanggaran terhadap Perjanjian Gencatan Senjata yang mengakhiri Perang Korea pada 1950-1953.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Kang kembali mendorong Korea Utara untuk membuka dialog guna meredakan situasi dan memulihkan perdamaian di Semenanjung Korea.

Pemerintah Korea Selatan sebelumnya mengusulkan perundingan militer dengan Pyongyang untuk membahas penentuan lokasi perbatasan secara lebih tepat

Namun, hingga laporan Yonhap diterbitkan pada Kamis, Korea Utara belum memberikan tanggapan atas usulan tersebut.

Baca Juga: Ketegangan Korea Utara-Korea Selatan Memanas, Howitzer Terlihat Dekat Perbatasan

Pertemuan Pertahanan ASEAN Bahas Keamanan Kawasan

ADMM-Plus berlangsung selama dua hari di Filipina, mulai Rabu (28/10).

Forum ini mempertemukan para pemimpin pertahanan dari 11 negara anggota ASEAN dan negara-negara mitra dialog untuk membahas persoalan keamanan serta kerja sama pertahanan regional.

Pertemuan tersebut juga menjadi forum multilateral pertama yang dihadiri Kang sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan Korea Selatan pada September 2026.

Di sela-sela agenda, Kang bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth pada Rabu (28/10).

Kedua pihak sepakat menunda dialog keamanan bilateral utama yang biasanya berlangsung pada akhir Oktober atau awal November menjadi awal tahun depan.

Kang juga menggelar pertemuan bilateral dengan para menteri pertahanan Malaysia, India, dan Filipina untuk membahas persoalan keamanan kawasan.

Baca Juga: 4 Tahun Tragedi Halloween Itaewon, Presiden Korsel Janji Ungkap Kebenaran




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×