Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump terkait tarif telah menjadi sentimen negatif di bursa saham. Tak terkecuali, saham perbankan AS yang turut rontok.
Mengutip Investopedia Jumat (4/4), Indeks Bank Nasdaq KBW ( BKX ) turun lebih dari 8% dalam perdagangan pasca pengumuman kebijakan tersebut. Penurunan sebesar itu akan menjadi hari terburuk indeks sejak krisis perbankan regional Maret 2023.
Untuk menyegarkan ingatan, pada Maret 2023 ada penurunan indeks acuan hingga sebesar 11%. Pemicunya adalah runtuhnya Silicon Valley dan Signature Banks.
Baca Juga: Pasar Saham Global Terguncang Tarif Trump! Malapetaka Ekonomi Global Menghantui
Secara rinci, bank-bank regional Western Alliance dan Zions Bancorp mengalami koreksi hingga dua digit pada hari Kamis (3/4), memimpin penurunan indeks.
Di antara bank-bank AS terbesar, Citigroup dan Bank of America adalah yang paling terpukul, masing-masing turun 10% dan 9%.
Saham JPMorgan Chase, salah satu bank terbesar di dunia, juga tak mengalami penurunan 6%. Sementara, bank investasi Morgan Stanley dan Goldman Sachs keduanya turun lebih dari 7%.
Asal tahu saja, bank sejatinya tidak secara langsung mendapat dampak dari kebijakan tarif Trump. Namun, seperti semua layanan, perbankan diuntungkan oleh ekonomi yang sehat di mana bisnis dan konsumen meminjam, berinvestasi , dan berbelanja.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 7% Kamis (3/4), Dipicu Tarif Trump dan Produksi OPEC+
Para ekonom pun telah memperingatkan bahwa tarif baru dapat menaikkan tarif keseluruhan Amerika ke level tertinggi dalam satu abad, mengancam akan memperlambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi investasi, dan membebani pengeluaran konsumen.
Alhasil, banyak investor dan ekonom khawatir dampak tarif dapat mengakibatkan stagnasi dan mempersulit upaya Federal Reserve untuk menurunkan inflasi ke target 2% tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi .
Analis Deutsche Bank pada hari Rabu memperingatkan bahwa tarif sebagaimana diuraikan dapat memangkas 1 hingga 1,5 poin persentase dari pertumbuhan produk domestik bruto AS tahun ini, yang secara signifikan meningkatkan risiko resesi dan mengenakan jumlah yang sama pada tingkat inflasi inti.