Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Penyedia perangkat lunak berbasis cloud, Salesforce, memangkas kurang dari 1.000 posisi pekerjaan pada awal bulan ini. Informasi tersebut dilaporkan Business Insider pada Senin, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Menurut laporan Business Insider, posisi yang terdampak mencakup bidang pemasaran, manajemen produk, analitik data, serta produk AI Agentforce. Informasi ini diperoleh dari unggahan di LinkedIn dan percakapan dengan dua karyawan Salesforce.
Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen. Hingga berita ini ditulis, Salesforce juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.
Baca Juga: Demam Mainan Labubu Meredup, Harga Anjlok dan Reseller Mulai Menyerah
Awal tahun ini diwarnai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di berbagai perusahaan Amerika Serikat, seiring upaya perampingan operasional di tengah meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Raksasa teknologi Amazon, misalnya, mengumumkan pada Januari lalu akan mengurangi 16.000 posisi kerja secara global. Langkah ini menjadi gelombang kedua pemangkasan besar di perusahaan tersebut dalam kurun waktu tiga bulan.
Sebelumnya, CEO Salesforce Marc Benioff mengatakan dalam sebuah podcast pada Agustus tahun lalu bahwa perusahaan telah memangkas 4.000 posisi layanan pelanggan karena membutuhkan “lebih sedikit tenaga kerja”. Pernyataan tersebut disampaikan saat membahas dampak penggunaan kecerdasan buatan terhadap operasional perusahaan.
Pada Desember lalu, Salesforce juga menaikkan proyeksi pendapatan tahun fiskal 2026 serta perkiraan laba yang disesuaikan. Langkah tersebut didorong oleh ekspektasi pertumbuhan platform agen AI milik perusahaan, seiring kuatnya permintaan dari pelanggan korporasi.
Salesforce dijadwalkan akan merilis laporan kinerja keuangan kuartal keempat pada 25 Februari mendatang.













