CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Samsung Electronics Raup Laba US$ 10,7 Miliar pada Kuartal II 2022


Kamis, 07 Juli 2022 / 22:30 WIB
Samsung Electronics Raup Laba US$ 10,7 Miliar pada Kuartal II 2022


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Perusahaan Korea Selatan, Samsung Electronics Co Ltd, membukukan kinerja positif pada kuartal II 2022. Bahkan, laba perusahaan di periode tiga bulan terakhir itu merupakan capaian terbaik sejak tahun 2018. 

Melansir Bloomberg, Kamis (7/7), Samsung meraup laba operasional sebesar 14 triliun won atau sekitar US$ 10,7 miliar sepanjang April-Juni 2022. Itu meningkat 11% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat laba 12,57 triliun won. 

Namun, capaian laba tersebut sedikit meleset dari proyeksi konsensus yang didata Refinitiv sebesar 14.45 triliun won. Adapun pendapatan Samsung meningkat 21% year on year (YoY) menjadi 77 triliun won, sejalan dengan perkiraan konsensus sebelumnya. 

Kinerja apik tersebut didukung oleh penjualan cip memori yang cukup tinggi ke pelanggan dari perusahaan server. Padahal di saat yang sama permintaan dari pabrikan smartphone malah mendingin karena inflasi. 

Baca Juga: Perdana Menteri China: Ekonomi China Mulai Pulih tapi Fondasi Pemulihan Tidak Kokoh

Begitu laporan laba tersebut diumumkan, saham produsen cip penyimpanan dan smartphone terbesar di dunia itu melonjak 2,5%.

Kinerja kuat Samsung pada kuartal II itu justru datang di saat para pembuat cip lain memperingatkan kelebihan cip karena pelanggan menimbun selama pandemi untuk memenuhi permintaan yang lebih tinggi dari orang-orang yang bekerja dari rumah. 

Produsen cip Micron MU.O dan Advanced Micro Devices AMD.O baru-baru ini mengisyaratkan berkurangnya permintaan karena inflasi yang sangat tinggi menekan pengeluaran. 

"Pembuat cip memori diharapkan untuk membangun inventaris dan meningkatkan pengiriman ketika harga rebound dan permintaan pulih tahun depan", kata Park Sung-soon, analis Cape Investment & Securities dikutip Bloomberg.

Harga chip DRAM tertentu, yang digunakan di perangkat dan server, turun sekitar 12% bulan lalu dari tahun lalu, menurut penyedia data TrendForce. Harga cip NAND Flash, yang digunakan untuk penyimpanan data, juga diproyeksikan turun sebanyak 5% pada periode Juli-September dari kuartal sebelumnya.

Baca Juga: AS dan Sekutunya Mulai Batasi Harga Minyak Rusia Antara US$ 40 - US$ 60 Per Barel

Meningkatnya inflasi, perang di Ukraina serta lockdown akibat Covid-19 di China telah mengakibatkan perlambatan penjualan ponsel cerdas, meninggalkan permintaan cip server sebagai satu-satunya titik terang, kata para analis.

Laba Samsung terbantu karena perusahaan teknologi besar AS seperti Amazon, Microsoft, Google, dan Meta META yang menggunakan banyak layanan pusat data terus membeli cip untuk memenuhi permintaan cloud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×