AS dan Sekutunya Mulai Batasi Harga Minyak Rusia Antara US$ 40 - US$ 60 Per Barel

Kamis, 07 Juli 2022 | 19:00 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
AS dan Sekutunya Mulai Batasi Harga Minyak Rusia Antara US$ 40 - US$ 60 Per Barel

ILUSTRASI. Kilang minyak Rusia


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Jelang KTT ketujuh, Amerika Serikat dan Sekutunya mulai membahas upaya pembatasan pendapatan minyak Rusia sambil meminimalkan dampak pada ekonomi mereka sendiri.

Salah satu upayanya, dengan membatasi harga minyak Rusia antara US$ 40-US$ 60 per barel, mengutip Bloomberg pada Kamis (7/7).

Pada pertemuan puncak di Jerman pada 28 Juni lalu, para pemimpin sepakat untuk mengeksplorasi opsi untuk membatasi harga minyak Rusia.

Mulai dengan melarang asuransi dan layanan transportasi yang diperlukan untuk mengirimkan minyak mentah dan produk minyak Rusia kecuali jika minyak dibeli di bawah harga yang disepakati.

Ambang batas yang lebih spesifik akan tergantung pada kondisi pasar ketika batas disetujui dan itu bisa berubah secara signifikan. Sebelum penurunan harga minyak utama pada hari Senin, minyak mentah Rusia diperdagangkan di sekitar $80 per barel.

Baca Juga: Amankan Aset Migas, Setelah Sakhalin-2 Rusia Dikabarkan Akan Ambil Alih Sakhalin-1

“Pemerintahan Biden menganggap batas $40 terlalu rendah. Tujuannya untuk memotong pendapatan Moskow untuk perangnya di Ukraina, tetapi risikonya bila tindakan  ini dijalankan dengan buruk akan menyebabkan lonjakan harga minyak,” kata dua orang sumber tersebut.

Pemerintahan Biden sejauh ini menjauhi penerapan sanksi sekunder ekstrateritorial untuk menegakkan pembatasan yang diberlakukan pada Rusia. Lantaran langkah semacam itu biasanya terlihat dengan keprihatinan di antara beberapa sekutu Eropa.

Pejabat administrasi Biden mengadakan beberapa pertemuan akan membahas tentang batas harga sekarang. Ini sebagai upaya mendorong rencana itu menjadi kenyataan. Kendati demikian, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak segera mengomentari diskusi tersebut.

Sementara topik minyak disebutkan dalam komunike G-7, ada banyak skeptis bahwa kesepakatan akan dicapai dalam waktu dekat karena gagasan itu masih perlu disempurnakan dan ada sejumlah kendala. Namun, diskusi sedang berlangsung untuk mencoba memasukan proposal konkret.

Salah satu masalahnya, mekanisme ini mengharuskan Uni Eropa untuk memperkenalkan pengecualian sanksi blok yang diadopsi pada awal Juni ketika menyetujui larangan langsung pada layanan tersebut. Setelah mengatasi negosiasi intensif selama berminggu-minggu antara negara-negara anggota.

Sanksi UE membutuhkan kebulatan suara dan dukungan dari 27 negara anggota. Inggris juga siap untuk memberlakukan pembatasan pada perusahaan asuransi dan penyedia layanannya, kata salah satu orang yang dikenalnya.

Editor: Yudho Winarto

Terbaru