kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Gubernur The Fed Waller Nilai Euforia Kripto Mulai Meredup, Ini Alasan Lengkapnya


Selasa, 10 Februari 2026 / 14:36 WIB
Gubernur The Fed Waller Nilai Euforia Kripto Mulai Meredup, Ini Alasan Lengkapnya
ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gubernur Federal Reserve (The Fed) Chris Waller mengatakan euforia pasar kripto yang sempat menguat setelah kemenangan Presiden AS Donald Trump dalam pemilu mulai memudar.

Menurutnya, hal tersebut terjadi seiring semakin eratnya keterkaitan aset kripto dengan sistem keuangan tradisional.

“Saya pikir sebagian euforia yang masuk ke dunia kripto bersama pemerintahan saat ini mulai mereda,” ujar Waller dalam sebuah konferensi dilansir dari laman Cointelegraph Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Nikkei dan Topix Tutup di Rekor Tertinggi Selasa (10/2), Optimisme Takaichi Trade

Ia menilai, semakin banyaknya integrasi kripto ke dalam arus utama keuangan membuat pasar harus menyesuaikan diri dengan dinamika dan disiplin manajemen risiko ala keuangan konvensional.

“Banyak dari aktivitas kripto kini sudah masuk ke keuangan arus utama. Ketika itu terjadi, ada berbagai penyesuaian yang harus dilakukan. Karena itu, saya kira sebagian aksi jual muncul karena perusahaan-perusahaan dari sektor keuangan tradisional yang masuk ke kripto harus menyesuaikan posisi risikonya,” kata Waller.

Di bawah pemerintahan Trump, semakin banyak pelaku keuangan tradisional yang meningkatkan eksposur terhadap aset kripto, yang turut mendorong kenaikan pasar.

Namun, Waller menilai kegagalan Kongres AS untuk segera mengesahkan undang-undang struktur pasar kripto juga ikut meredam sentimen.

Menurutnya, ketidakjelasan regulasi membuat sebagian pelaku pasar enggan mengambil risiko lebih jauh.

Baca Juga: Kering Catat Penurunan Penjualan Didorong Hasil Kinerja Gucci

“Hal itu membuat orang-orang berpikir ulang karena masih banyak ketidakpastian soal bagaimana produk-produk kripto akan diatur,” ujarnya.

Waller juga menepis kekhawatiran berlebihan terhadap penurunan harga kripto baru-baru ini, dengan menyebutnya sebagai bagian dari karakter pasar kripto itu sendiri.

“Itu bagian dari permainannya. Anda masuk, bisa untung, bisa juga rugi begitulah sifatnya,” kata Waller.

“Harga naik, harga turun, itu memang karakter bisnis ini. Kalau tidak suka volatilitasnya, jangan ikut masuk. Itu saran saya untuk semua orang.”

Bitcoin (BTC) tercatat telah turun sekitar 45% dari puncaknya di level US$125.000 pada Oktober.

Saat ini, aset kripto terbesar di dunia tersebut diperdagangkan di kisaran US$69.500, setelah sempat anjlok ke bawah US$60.000 pada Jumat lalu.

Baca Juga: Presiden Prancis Ingatkan Uni Eropa Belum Bebas dari Ancaman Bentrokan dengan AS

The Fed Siapkan “Skinny Master Accounts” Tahun Ini

Dalam kesempatan yang sama, Waller mengatakan The Fed berencana meluncurkan skema akun pembayaran yang diusulkan pada tahun ini.

Skema tersebut bertujuan memberikan akses terbatas ke sistem perbankan sentral bagi perusahaan teknologi finansial (fintech) dan kripto.

The Fed sebelumnya membuka masa konsultasi publik terkait rencana akun tersebut yang dijuluki “skinny master accounts” hingga Jumat lalu.

Perusahaan kripto umumnya mendukung rencana tersebut, sementara asosiasi perbankan meminta kehati-hatian dalam penerapannya.

“Kami menerima sangat banyak masukan, dan sekarang harus menelaahnya satu per satu,” ujar Waller.

Baca Juga: Harga Emas Tertahan di US$ 5.000, Investor Bersikap Hati-hati Menjelang Data AS

“Jika bisa kami selesaikan dengan baik, saya berharap kebijakan ini dapat diterapkan sebelum akhir tahun.”

Dalam proposalnya, The Fed menyebut akun pembayaran tersebut akan memiliki hak yang lebih terbatas dibandingkan master account yang biasanya dimiliki bank-bank besar. Pembatasan itu mencakup larangan memperoleh bunga serta penerapan batas saldo.

Waller sebelumnya menegaskan bahwa akun pembayaran ini diperlukan untuk merespons “perkembangan pesat” teknologi pembayaran, sekaligus “mendukung inovasi sambil tetap menjaga keamanan sistem pembayaran”.

Selanjutnya: WOM Finance Targetkan Pertumbuhan Pembiayaan Sama Seperti Target OJK

Menarik Dibaca: Perluas Akses Investasi, Maybank AM Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×