Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225 dan Topix, menutup perdagangan Selasa (10/2/2026) di level tertinggi sepanjang sejarah.
Penguatan pasar didorong oleh kinerja laba kuartalan emiten yang solid serta optimisme investor terhadap arah kebijakan ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi menyusul kemenangan telaknya dalam pemilu legislatif.
Melansir Reuters, indeks Nikkei 225 mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 2,3% ke level 57.650,54.
Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas juga mencatat rekor penutupan baru setelah naik 1,9% ke posisi 3.855,28.
Baca Juga: Kering Catat Penurunan Penjualan Didorong Hasil Kinerja Gucci
Musim laporan keuangan tengah berlangsung di ekonomi terbesar keempat dunia tersebut.
Pasar mendapat dorongan dari ekspektasi bahwa kemenangan besar Takaichi pada Minggu lalu akan memudahkan pemerintah mendorong kebijakan belanja besar dan keringanan pajak guna menopang pertumbuhan ekonomi.
“Setelah koalisi penguasa meraih kemenangan telak dalam pemilu, ekspektasi terhadap kebijakan fiskal yang lebih proaktif meningkat, dan harapan akan dorongan ekonomi mulai menyebar di pasar saham domestik,” ujar Takayuki Miyajima, ekonom senior di Sony Financial Group.
Sepanjang tahun ini, indeks Nikkei telah menguat sekitar 12%. Kinerja tersebut ditopang oleh harapan stimulus fiskal di bawah pemerintahan Takaichi serta reli global saham teknologi yang mengangkat saham-saham semikonduktor dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI).
Saham produsen kabel Furukawa Electric menyentuh batas kenaikan harian setelah melaporkan kinerja laba yang solid pada Senin.
Saham perusahaan tersebut melonjak 22,3% pada Selasa dan telah menguat hingga 49,6% dalam tiga sesi terakhir.
Baca Juga: Presiden Prancis Ingatkan Uni Eropa Belum Bebas dari Ancaman Bentrokan dengan AS
Sementara itu, saham Mazda Motor melesat 12%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak Juli tahun lalu, setelah membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar.
SoftBank Group, yang kerap dipandang sebagai barometer sentimen investasi AI di Jepang, memberikan kontribusi terbesar terhadap penguatan Nikkei dengan kenaikan 10,7%.
Lonjakan ini terjadi seiring reli saham teknologi di Amerika Serikat (AS) dan menjelang rilis laporan keuangan perusahaan pada Kamis.
Secara keseluruhan, sentimen pasar tampak sangat positif, dengan 176 saham mencatat kenaikan di indeks Nikkei, dibandingkan 46 saham yang melemah.













