Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas turun pada Selasa (10/2/2026), meski tetap berada di atas level US$ 5.000 per ons troi. Ini karena investor bersikap hati-hati menjelang rilis data penting pekerjaan dan inflasi AS yang dijadwalkan akhir minggu ini, yang dapat menjadi indikator arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.
Emas spot turun 0,8% ke level US$ 5.022,57 per ons troi pada pukul 12.24 WIB. Logam mulia ini sebelumnya naik 2% pada Senin, seiring melemahnya dolar AS ke level terendah dalam lebih dari seminggu. Harga emas sempat menembus rekor tertinggi US$ 5.594,82 per ons troi pada 29 Januari 2026.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 0,7% menjadi US$ 5.044,80 per ons troi.
Baca Juga: Mahkamah Agung Malaysia Kembali Hukum Penjara Mantan Ketua Felda atas Korupsi
Harga perak spot juga melemah 2,8% ke US$ 81,08 per ons troi, setelah sebelumnya melonjak hampir 7% dalam sesi sebelumnya. Perak sempat mencapai rekor tertinggi US$ 121,64 pada 29 Januari.
“Kondisi emas saat ini memiliki bias kenaikan secara umum, namun sekarang pertanyaannya adalah seberapa besar ekspektasi kebijakan Fed jangka pendek akan mempengaruhi harga,” kata Ilya Spivak, kepala global makro di Tastylive.
Dolar AS mengalami penurunan tajam pada Selasa, sementara yen Jepang mempertahankan penguatannya setelah kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu.
Spivak menambahkan emas sedang ditarik kembali ke level US$ 5.000 dari kisaran harga atas dan bawah, sementara perak menunjukkan volatilitas lebih tinggi karena perdagangan spekulatif.
Investor menunggu serangkaian data ekonomi AS, termasuk penjualan ritel pada Selasa, laporan nonfarm payroll pada Rabu, dan data inflasi pada Jumat. Pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026, dengan yang pertama diperkirakan terjadi pada Juni.
Logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan pada Senin bahwa pertumbuhan pekerjaan AS bisa lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Adani Energy Raih Pendanaan US$ 750 Juta untuk Proyek Transmisi Energi Terbarukan
“Untuk emas, US$ 5.000 menjadi level dukungan dan US$ 80 untuk perak. Namun dalam perdagangan harian, kedua logam ini akan berada dalam kisaran harga yang luas, dengan sedikit kecenderungan negatif karena aksi ambil untung,” kata Jigar Trivedi, analis senior di IndusInd Securities, menambahkan bahwa investor tetap berhati-hati menyusul volatilitas baru-baru ini.
Platina spot turun 2,3% menjadi US$ 2.075,18 per ounce, sementara paladium kehilangan 1,3% menjadi US$ 1.718,37.













