kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.977   33,00   0,18%
  • IDX 5.835   -163,92   -2,73%
  • KOMPAS100 756   -21,92   -2,82%
  • LQ45 576   -12,19   -2,07%
  • ISSI 201   -6,99   -3,36%
  • IDX30 327   -6,49   -1,95%
  • IDXHIDIV20 401   -7,57   -1,85%
  • IDX80 86   -2,32   -2,64%
  • IDXV30 109   -2,37   -2,14%
  • IDXQ30 105   -1,93   -1,81%

Perdana Menteri China: Ekonomi China Mulai Pulih tapi Fondasi Pemulihan Tidak Kokoh


Kamis, 07 Juli 2022 / 19:51 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan, ekonomi China mulai pulih tapi fondasi pemulihan itu tidak kokoh. Liu Zhen/CNS via REUTERS.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Ekonomi China mulai pulih tapi fondasi pemulihan itu tidak kokoh dan masih butuh lebih banyak upaya, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan pada Kamis (7/7).

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah memulai pemulihan yang lambat dari guncangan pasokan akibat penguncian ekstensif untuk membendung penyebaran Covid-19 sejak kuartal kedua, meski hambatan terhadap pertumbuhan tetap ada.

"Saat ini, ekonomi pulih, tetapi fondasinya tidak stabil. Butuh kerja keras untuk menstabilkan ekonomi," kata Li dalam pertemuan dengan pejabat senior dari Shanghai, Guangdong, Fujian, Jiangsu, dan Zhejiang, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Cadangan Devisa China Bulan Juni Dekati Ambang Batas Bawah, Terdampak Kenaikan Dollar

Lebih banyak upaya akan China lakukan untuk meningkatkan antusiasme pejabat di tingkat pusat dan daerah serta menjaga agar ekonomi tetap bergerak dalam kisaran yang wajar, Li menyebutkan.

Menurutnya, Shanghai dan empat provinsi menyumbang lebih dari sepertiga ekonomi China, dan memainkan peran kunci dalam pembayaran transfer pemerintah pusat ke daerah-daerah miskin, mengingat pendapatan fiskal mereka hampir 40 persen dari total.

Daerah paling makmur di negara itu juga penting dalam menyerap pekerja migran dan menopang pendapatan mereka, Li menambahkan.

Dan, Li menegaskan, China akan terus mempromosikan reformasi dan meningkatkan lingkungan bisnis, serta akan terus membuka ekonominya ke dunia luar tidak peduli bagaimana situasi internasional berubah.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×