CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Semangat Patriotik Meletus di Media Sosial China Gara-gara Aksi Nancy Pelosi


Jumat, 05 Agustus 2022 / 05:34 WIB
Semangat Patriotik Meletus di Media Sosial China Gara-gara Aksi Nancy Pelosi
ILUSTRASI. Aksi Nancy Pelosi yang tiba di Taiwan pada Selasa malam lalu membuat banyak pengguna internet China daratan geram. REUTERS/Ken Cedeno


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Aksi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi yang tiba di Taiwan pada Selasa malam lalu membuat banyak pengguna internet China daratan geram. Mereka menginginkan tanggapan yang lebih tegas dari pemerintah mereka.

"Kemarin malam, saya sangat marah sehingga saya tidak bisa tidur," tulis blogger Xiaoyuantoutiao pada hari Rabu.

Dia menambahkan, "Tapi yang membuatku marah bukanlah teriakan online untuk 'memulai perkelahian', 'lepaskan pulau tapi bukan penduduknya'...(tapi itu) setan betina tua ini, dia benar-benar berani datang!"

Melansir Reuters, China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya. Tetapi Taiwan menolak klaim kedaulatan China dan mengatakan hanya rakyatnya yang dapat memutuskan masa depan pulau itu.

Tagar terkait kunjungan Pelosi, seperti "tekad untuk mewujudkan reunifikasi nasional sangat kuat", menjadi viral di platform microblogging Weibo China. Pada hari Rabu, sekitar puluhan tagar patriotik ini telah ditulis beberapa miliar kali.

Beberapa blogger bahkan menganggap keberanian Pelosi sebagai pembenaran untuk invasi langsung ke Taiwan, dengan banyak pengguna memposting istilah "hanya ada satu China".

Baca Juga: Kesal dan Geram, China Tembakkan 11 Rudal di Dekat Taiwan

Yang lain mengatakan militer China seharusnya berbuat lebih banyak untuk menghentikan pesawatnya mendarat. Tidak hanya itu, ribuan pengguna media sosial mengejek postingan Weibo yang viral yang diterbitkan oleh akun resmi Tentara Pembebasan Rakyat pada pekan lalu yang hanya berbunyi "bersiaplah untuk perang!".

"Di masa depan jika Anda tidak bersiap untuk menyerang, jangan membuat pernyataan ini untuk menipu orang biasa," kata seorang pengguna.

Kunjungan tingkat tertinggi AS ke Taiwan dalam 25 tahun telah dikutuk keras oleh China, yang telah menunjukkan kemarahannya dengan ledakan aktivitas militer di perairan sekitarnya. China bahkan memanggil duta besar AS di Beijing, dan mengumumkan penangguhan beberapa impor pertanian dari Taiwan.

Melawan dukungan AS untuk Taiwan adalah salah satu masalah kebijakan luar negeri Beijing yang paling penting, dan media China yang dikendalikan negara telah membantu memastikan opini publik dengan tegas mendukung sikap Beijing.

Sebuah tayangan streaming live yang melacak perjalanan pesawat Pelosi ke Taipei oleh media pemerintah China di aplikasi obrolan China WeChat ditonton oleh 22 juta pengguna pada hari Selasa.

Baca Juga: Bikin Ngeri, Latihan Militer China di Sekitar Taiwan Libatkan Senjata-Senjata Ini

Tapi Weibo mengalami crashed sebelum pesawatnya mendarat, membuat pengguna tidak bisa mengakses situs tersebut selama sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum dan sesudah Pelosi melangkah ke landasan bandara.

Tanpa menyebutkan peristiwa di Taiwan, Weibo mengatakan pada hari Rabu bahwa platform tersebut mogok karena kapasitas broadband-nya kewalahan.

Tetapi tingkat kemarahan di Weibo masih mencapai puncaknya, di mana banyak netizen yang marah dan menyerukan tindakan militer dan ekonomi yang lebih kuat terhadap Taiwan dan Amerika Serikat yang jauh melebihi suara-suara moderasi.

Namun, ada juga netizen yang mendesak pemerintah agar lebih sabardalam menghadapi tantangan domestik yang meningkat dan sentimen global yang tidak menguntungkan terhadap China. Sedangkan sebagian kecil lainnya menyerukan perdamaian.

Baca Juga: Khawatir Ketegangan di Taiwan Meluas, ASEAN Siap Fasilitasi Dialog Damai

"Jika benar-benar ada perang, China akan menanggung penderitaan, saat ini kekuatan dunia belum benar-benar memilih tim China, kita tidak akan mendapatkan bantuan apa pun. Sama seperti Rusia, ini akan menjadi perang yang sepi," tulis seorang pengguna. 

Weibo, yang menyensor seruan untuk perdamaian dan kritik terhadap Rusia setelah pecahnya perang di Ukraina, tidak mempromosikan tagar yang mengkritik ledakan semangat nasionalis dalam menanggapi kunjungan Pelosi.

Qin Quanyao, seorang blogger yang berbasis di Beijing, menulis sebuah esai pada hari Selasa di WeChat di mana ia mencatat jingoisme online saat ini kembali ke masa mendiang Ketua Mao Zedong, ketika anak-anak sekolah dasar menyanyikan lagu-lagu tentang "pembebasan" Taiwan.

"Dari Weibo, WeChat hingga berbagai platform online, suasana tiba-tiba menjadi tegang, seolah kembali ke era 'kita harus membebaskan Taiwan' ketika kita masih anak-anak," tulisnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×